CHINA, BacainD.comKetua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, meninjau langsung fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) milik Wangneng Environment di China. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan teknologi yang akan digunakan pada proyek PSEL Bantargebang, Kota Bekasi.

Peninjauan ini sekaligus memperkuat optimisme bahwa proyek PSEL Bantargebang, yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), akan segera memasuki tahap groundbreaking atau peletakan batu pertama.

Sardi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, groundbreaking diperkirakan akan berlangsung pada 8 atau 9 Juli 2026, dengan menyesuaikan agenda kehadiran Presiden Prabowo Subianto.

“DPRD memastikan groundbreaking PSEL terlaksana karena ini merupakan program PSN. Kita berharap Presiden yang akan melakukan groundbreaking di Kota Bekasi,” ujar Sardi.

Ia juga menilai Pemerintah Kota Bekasi menjadi salah satu daerah yang paling siap dalam merealisasikan proyek PSEL dibandingkan daerah lain yang juga masuk dalam program PSN.

“Dari beberapa kota yang menjadi PSN untuk PSEL ini, Pemda Kota Bekasi dianggap sudah siap dari perencanaan sampai pelaksanaan,” katanya.

Selama berada di fasilitas Wangneng Environment, Sardi bersama rombongan meninjau ruang kendali (control room) yang dilengkapi dashboard digital untuk memantau seluruh proses operasional pembangkit. Melalui sistem tersebut, seluruh tahapan pengolahan sampah hingga proses pembangkitan listrik dapat dipantau secara real time.

“Dari dashboard yang kami lihat langsung, seluruh proses operasional dikendalikan secara digital dan terintegrasi. Ini menunjukkan bahwa pengolahan sampah modern benar-benar mengandalkan teknologi,” ujar Sardi.

Ketua DPRD Kota Bekasi Tinjau Teknologi PSEL Wangneng di China, Optimistis Groundbreaking Bantargebang Segera Dimulai

Dalam kesempatan itu, rombongan juga mendapatkan penjelasan mengenai kapasitas fasilitas Wangneng. Salah satu instalasi yang dikunjungi mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik melalui teknologi waste-to-energy.

Proses tersebut dilakukan dengan membakar sampah di dalam tungku berteknologi tinggi. Panas hasil pembakaran dimanfaatkan untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi yang kemudian menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Sardi menjelaskan, teknologi serupa akan diterapkan pada PSEL Bantargebang. Fasilitas yang akan dibangun di Kota Bekasi itu dirancang mampu menghasilkan sekitar 15 megawatt (MW) listrik dari pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan.

“Kami sudah melihat implementasinya secara langsung. Nantinya di Kota Bekasi memang lahannya sekitar enam hektare, tetapi teknologi yang digunakan tidak jauh berbeda. Kami semakin yakin proyek ini dapat menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik,” katanya.

Menurut Sardi, kunjungan tersebut tidak hanya diikuti unsur Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat serta sejumlah pemangku kepentingan agar seluruh pihak dapat melihat langsung proses operasional PSEL secara transparan.

“Semua proses dikendalikan dengan teknologi, mulai dari penerimaan sampah, pembakaran, pengendalian emisi, hingga produksi listrik. Karena itu kami ingin semua pihak melihat langsung agar memahami bahwa teknologi ini telah diterapkan di berbagai negara dengan standar operasional yang ketat,” ujarnya.

Wangneng Environment merupakan perusahaan asal China yang bergerak di bidang pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy). Perusahaan tersebut mengoperasikan berbagai fasilitas PSEL dengan teknologi insinerasi modern yang memanfaatkan panas hasil pembakaran sampah untuk menghasilkan uap dan menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Selain berorientasi pada produksi energi, sistem yang diterapkan juga dilengkapi teknologi pengendalian emisi serta pengolahan residu sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan.

Melalui pembangunan PSEL Bantargebang, Pemerintah Kota Bekasi berharap persoalan sampah dapat ditangani secara lebih berkelanjutan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap sistem landfill, proyek ini juga diharapkan mampu menghasilkan pasokan listrik, menekan emisi gas rumah kaca, serta menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah perkotaan. (Rez)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: