PASURUAN, BacainD.com – Pusat Jajanan Rakyat Purwosari (Pujasera Jarwo) yang terletak di Dusun Karangasem, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, hari ini resmi ditutup total secara menyeluruh. Langkah tegas ini diambil pemerintah daerah guna melakukan penataan aset secara menyeluruh agar dapat dikelola lebih optimal, profesional, serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan masyarakat setempat.

Penutupan total sekaligus penertiban terhadap 24 lapak di kawasan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni, pada Selasa (30/6/2026).

Langkah ini menjadi titik krusial, dalam upaya penyelamatan dan penataan ulang aset milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan, yang dinilai mandek dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Diskoprindag Taufiqul Ghoni mengatakan bahwa, kebijakan penutupan total ini bukanlah sebuah keputusan yang diambil secara mendadak atau sepihak. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh aset daerah dikelola secara produktif dan mendatangkan asas manfaat bagi masyarakat luas.

“Kenapa tidak maksimal? Karena tidak dikelola dengan baik, tidak memunculkan PAD, padahal itu aset pemerintah daerah. Maka harus ditertibkan. Setelah dilakukan pendataan dan pengalihan, aset ini harus dikembalikan kepada masyarakat pedagang,” ujar Ghoni.

Ghoni menambahkan, selama ini pengelolaan Pujasera Jarwo dinilai belum berjalan maksimal. Sehingga, fungsi utamanya sebagai penggerak ekonomi daerah terhambat. Melalui penutupan total ini, pemerintah daerah berencana merombak total sistem manajemen pasar menjadi lebih transparan, profesional, dan akuntabel.

Tidak hanya berfokus pada sisi administrasi dan tata kelola, perbaikan ini juga menargetkan peningkatan fasilitas pelayanan bagi para pengunjung yang datang. Dengan konsep baru yang lebih matang, Pujasera Jarwo diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat perbelanjaan unggulan, bukan sekadar tempat berkumpul biasa.

“Tujuan akhirnya tetap kesejahteraan masyarakat. Pengunjung harus mendapat fasilitas pelayanan yang baik, sehingga pasar menjadi tujuan masyarakat untuk berbelanja dan menggerakkan ekonomi,” tambahnya.

Lebih lanjut, potensi ekonomi di sekitar kawasan Purwosari dinilai sangat besar, mengingat wilayah tersebut dikelilingi oleh sektor industri dengan ribuan karyawan aktif. Sinergi antara kawasan industri dan pusat perdagangan dinilai menjadi peluang emas yang belum tergarap dengan baik selama ini.

“Itu niat Pak Bupati. Tidak ada niat lain selain mengembalikan aset ini untuk kepentingan masyarakat. Karena itu pemerintah daerah melakukan pendataan dan memutuskan pasar ini harus ditertibkan lebih dahulu,” lanjut Ghoni.

Di akhir penyampaiannya, Ghoni memastikan seluruh proses penertiban dan penutupan total hari ini berjalan dengan kondusif tanpa adanya gejolak. Hal tersebut dikarenakan jajaran pemerintah daerah telah menempuh seluruh tahapan prosedur normatif, mulai dari pendataan berkala, sosialisasi tahap pertama dan kedua, hingga ruang dialog terbuka bersama para pedagang terdampak.

“Kami sudah melakukan sosialisasi pertama, kemudian sosialisasi kedua bersama Pak Bupati. Setelah berdiskusi dengan para pedagang, akhirnya penutupan dilakukan secara humanis, dengan pendekatan persuasif, penuh dialog dan kekeluargaan,” pungkasnya. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

M. Bahrul Ulum

M. Bahrul Ulum adalah seorang wartawan BacainD.com - M. Bahrul Ulum merupakan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) resmi yang bertugas di BacainD.com untuk wilayah Jawa Timur.