PASURUAN, BacainD.com – Sejumlah siswa SMAN 1 Pandaan (Smanda), Kabupaten Pasuruan, dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga gatal-gatal pada kulit usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut terjadi di tengah jeda kegiatan matrikulasi sekolah, tepat sebelum ibadah salat Dzuhur dilaksanakan.
Insiden berawal saat peserta didik kelas 10 menyantap menu makan siang yang didistribusikan oleh penyedia MBG dari kawasan depan sekolah. Hidangan yang dibagikan pada pertengahan hari tersebut dikonsumsi bersama-sama di area aula atas.
Namun, tidak lama seusai merampungkan santap siang, beberapa pelajar mulai mengeluhkan gangguan pencernaan secara bertahap hingga sebagian harus dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat guna penanganan darurat.
Waka Kesiswaan SMAN 1 Pandaan, Imad, mengonfirmasi bahwa penanganan medis langsung diberikan kepada para siswa yang menunjukkan gejala berlebih usai beraktivitas sejak pagi.
“Anak-anak kelas 10 awalnya mengikuti kegiatan matrikulasi dan persiapan masuk kelas, lalu salat Dhuha dan makan MBG di aula atas sekitar pukul 11:45 WIB sampai 12:15 WIB. Begitu selesai makan dan mau persiapan salat Dzuhur, di situ mulai banyak yang mengeluh muntah,” terang Imad, Rabu (22/7/2026).
Imad merinci, total siswa yang mengeluhkan gangguan kesehatan mencapai 14 orang. Mayoritas mengalami keluhan pada saluran pencernaan, sementara sebagian kecil mengalami reaksi pada kulit.
“Total ada 14 anak yang terdampak. Rinciannya 12 siswa mengalami muntah-muntah dan 2 siswa laki-laki mengalami gatal-gatal. Dari jumlah itu, 9 siswa yang terdiri dari 2 laki-laki dan 7 perempuan dirujuk ke IGD, sedangkan 5 siswa sisanya sudah pulih dan dapat kembali beraktivitas,” jelasnya.
Menurut penjelasan pihak sekolah, SMAN 1 Pandaan merupakan salah satu sekolah percontohan penerapan program MBG yang telah berjalan sejak awal tahun lalu. Kejadian ini merupakan kasus pertama yang ditemukan selama pelaksanaan program tersebut di lingkungan sekolah.
Saat ini, kondisi para pelajar yang mendapatkan penanganan di ruang perawatan intensif dilaporkan sudah semakin stabil.
“Program MBG di Smanda sendiri sudah berlangsung sejak Februari 2025 dan ini merupakan kejadian yang pertama kali. Untuk anak-anak yang sempat dibawa ke IGD, alhamdulillah penanganan berjalan lancar dan kondisinya saat ini sudah mulai stabil,” tutup Imad. (BM)






