JAKARTA, BacainD.com – Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU mendampingi KH Miftachul Akhyar (Abuya Miftah) di jajaran Syuriyah disambut optimisme dari berbagai pihak. Tokoh muda Nahdliyin sekaligus praktisi media, Shohibul Hujjah (Gus Shohib), menilai kepemimpinan baru ini memiliki kapasitas penuh untuk menjawab harapan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan peran historis, stabilitas sosial, dan kemandirian ekonomi umat.

Gus Shohib menyoroti latar belakang kedua tokoh yang berakar kuat dari tradisi pesantren besar di Jawa Timur. Gus Kikin membawa nilai khidmah Pesantren Tebuireng Jombang, sementara Abuya Miftah merepresentasikan sanad keilmuan Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya. Perpaduan ini dinilai menghadirkan kepemimpinan yang mandiri dan berintegritas.

“Kultur pesantren besar di Jawa Timur membentuk integritas kepemimpinan yang bersahaja, mandiri, dan berakar pada nurani umat. Duet Gus Kikin dan Abuya Miftah bukan hanya menghadirkan kepemimpinan formal, melainkan membawa kembali marwah keulamaan pesantren yang teduh, berprinsip, dan mampu mengayomi lintas generasi serta kelompok,” ujar Gus Shohib, Kamis (3/9/2026).

Latar belakang Gus Kikin yang juga berpengalaman di dunia usaha—termasuk di KADIN Jawa Timur periode 2000–2013—dianggap strategis untuk merealisasikan pesan Presiden Prabowo pada Muktamar ke-35 NU mengenai keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.

“Pesan Presiden bahwa ‘tidak ada kemakmuran tanpa keadilan’, serta komitmen memberdayakan jejaring pesantren sebagai pilar ekonomi kerakyatan, menemukan momentum terbaiknya saat ini. Gus Kikin memiliki akar tradisi keulamaan yang luhur dan jiwa wirausaha teruji, sementara Abuya Miftah menjadi kompas moral dan syariat yang kokoh. PBNU ke depan akan jauh lebih solid mengawal pemerataan ekonomi umat di seluruh pelosok tanah air,” lanjut mahasiswa S3 Komunikasi UIN Jakarta tersebut.

Ia menambahkan bahwa, kombinasi intelektualitas, wawasan modern, dan adab kepesantrenan dari duet PBNU baru ini siap memperkokoh posisi NU sebagai jangkar rekonsiliasi kebangsaan.

“Kombinasi nilai luhur pesantren dan wawasan modern ini memperkokoh posisi NU sebagai jangkar rekonsiliasi kebangsaan. Kami tentu siap bersinergi dan mengawal gagasan besar kepengurusan PBNU yang baru demi maslahat umat dan kemandirian bangsa,” pungkas Gus Shohib. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

M. Bahrul Ulum

M. Bahrul Ulum adalah seorang wartawan BacainD.com - M. Bahrul Ulum merupakan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) resmi yang bertugas di BacainD.com untuk wilayah Jawa Timur.