PASURUAN, BacainD.com — Pemerintah Kabupaten Pasuruan tengah serius mematangkan langkah nyata demi mewujudkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru di Kecamatan Purwodadi. Sebagai bagian dari strategi pendanaan, Pemkab Pasuruan mengajukan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Rencana strategis ini dibahas secara mendalam dalam rapat bersama yang digelar di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Rabu (20/05/2026).

Rapat krusial tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kemendagri, Bappenas, serta direksi PT SMI. Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, turun langsung dalam pertemuan tersebut untuk memaparkan urgensi dari pembangunan fasilitas kesehatan ini agar bisa segera direalisasikan.

Langkah ini diambil mengingat wilayah selatan Kabupaten Pasuruan yang mencakup 10 kecamatan dihuni oleh lebih dari 502 ribu penduduk di kawasan lereng pegunungan. Selama ini, masyarakat setempat harus menempuh perjalanan yang cukup melelahkan untuk mendapatkan layanan kesehatan rujukan, karena keberadaan RSUD yang ada saat ini hanya berada di Kecamatan Bangil dan Kecamatan Grati.

“Selama ini, masyarakat di sana kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan rujukan yang cepat karena jarak yang cukup jauh ke RSUD Bangil maupun RSUD Grati,” kata Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo.

Guna memberikan pelayanan yang maksimal, RSUD Purwodadi direncanakan berdiri di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di dekat Exit Tol Purwodadi. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk mempermudah jangkauan serta mempercepat penanganan kondisi darurat, termasuk potensi kecelakaan di jalan tol maupun jalan umum. Tidak hanya itu, rumah sakit ini nantinya bakal dioperasikan sebagai pusat rujukan penanggulangan bencana untuk wilayah Gunung Bromo, Arjuno, dan Kawi.

“Kami juga merencanakan fasilitas helipad di rumah sakit ini untuk evakuasi medis lewat udara, baik bagi warga maupun wisatawan yang membutuhkan pertolongan darurat di kawasan pegunungan,” tutur Mas Rusdi.

Mengenai skema pembiayaan, dana pinjaman daerah yang diajukan nantinya dialokasikan penuh untuk pembangunan fisik gedung serta pengadaan alat-alat kesehatan. Pinjaman ini dirancang dengan tenor pengembalian selama 10 tahun menggunakan skema khusus, mengingat jangka waktunya yang melewati masa jabatan kepala daerah yang tengah berjalan.

“Ruang fiskal APBD kita memang sedang ketat. Sebagian besar anggaran sudah terserap untuk gaji pegawai PPPK dan program BPJS, ditambah penerimaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau yang terus menurun. Maka pinjaman ini menjadi solusi terbaik agar pembangunan rumah sakit tetap bisa berjalan,” ujarnya.

Aspirasi dan kesiapan Pemkab Pasuruan ini mendapatkan respons yang sangat positif dari perwakilan kementerian yang hadir. Pihak pusat memberikan apresiasi tinggi karena seluruh dokumen pendukung esensial telah disiapkan secara matang, mulai dari studi kelayakan yang digarap oleh Universitas Airlangga, Detail Engineering Design (DED), hingga kepastian ketersediaan lahan.

Apabila seluruh berkas administrasi dinyatakan lengkap tanpa kendala, proses evaluasi dan keputusan persetujuan dari pusat ditargetkan dapat rampung dalam waktu 15 hari kerja. Melalui sinyal hijau ini, proses lelang dan pengerjaan fisik RSUD Purwodadi diharapkan bisa langsung berjalan dalam waktu dekat demi terciptanya pemerataan fasilitas kesehatan yang berkeadilan bagi warga Kabupaten Pasuruan. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

M. Bahrul Ulum

M. Bahrul Ulum adalah seorang wartawan BacainD.com - M. Bahrul Ulum merupakan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) resmi yang bertugas di BacainD.com untuk wilayah Jawa Timur.