PASURUAN, BacainD.com – Kawasan wisata pegunungan Prigen kembali menjadi sorotan setelah personel Satpol PP Kabupaten Pasuruan melakukan inspeksi mendadak ke berbagai penginapan yang disinyalir menjadi sarang praktik asusila. Langkah ini diambil guna menjaga kekhusyukan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan aktivitas mencurigakan di salah satu wisma yang masih beroperasi secara sembunyi-sembunyi. Sejumlah wanita yang diduga menjajakan jasa prostitusi ditemukan di lokasi, dan setelah dilakukan pemeriksaan identitas, diketahui sebagian besar bukan merupakan penduduk lokal.

Menanggapi hasil operasi tersebut, Kabid PPUD Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Suyono, mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut pihaknya mendata setidaknya 10 wanita yang berasal dari luar daerah bukan warga lokal.

“Ada temuan 10 orang yang mengaku berasal dari wilayah Jawa Barat, tepatnya dari Bandung, dan langsung kami perintahkan untuk pulang hari ini,” ujarnya pada Minggu (1/3/2026) malam.

Petugas di lapangan memberikan peringatan keras kepada para pelanggar untuk segera mengosongkan lokasi. Jika imbauan tersebut diabaikan, Satpol PP tidak segan untuk melakukan evakuasi secara paksa ke markas komando guna diproses lebih lanjut.

Operasi ini sengaja dilakukan secara masif untuk memastikan tidak ada aktivitas terlarang yang mengganggu ketertiban umum. Suyono juga menegaskan, bahwa otoritas terkait akan menindak tegas setiap pengelola wisma yang tetap nekat membuka usahanya di tengah larangan yang berlaku.

“Kami melaksanakan pembubaran paksa sebagai bentuk nyata bahwa tidak ada kata tebang pilih dalam penegakan perda,” tandasnya.

Guna memastikan wilayah tersebut tetap kondusif, pihak kecamatan melalui jajaran Trantib akan terus melakukan pengawasan ketat di titik-titik yang dianggap rawan. Patroli rutin akan tetap digalakkan agar praktik serupa tidak muncul kembali di masa mendatang. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: