PASURUAN, BacainD.com – Teka-teki hilangnya Kushadi (37), seorang petani asal Desa Ngadirejo yang telah meninggalkan rumah selama 40 hari, akhirnya terjawab dengan kabar duka. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan hutan lindung TNBTS, tepatnya di Bukit Keciri, Blok Bukit Guntur Loreng, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas patroli TNBTS pada Kamis (26/2/2026) sore. Namun, ganasnya medan dan cuaca ekstrem di pegunungan membuat proses evakuasi baru bisa dilakukan keesokan harinya oleh tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, mengonfirmasi bahwa kendala alam menjadi penghambat utama evakuasi sesaat setelah penemuan.

“Benar telah ditemukan mayat di kawasan TNBTS. Dikarenakan saat itu cuaca sedang hujan disertai angin lebat dan jalan menuju TKP yang curam dan sulit untuk dilaksanakan TPTKP, maka evakuasi baru dilaksanakan pada hari Jumat pagi,” ucap Joko.

Operasi evakuasi pada Jumat (27/2) pagi tersebut berlangsung penuh perjuangan. Tim gabungan harus menembus jalur perbukitan dengan berjalan kaki sejauh 40 kilometer pulang-pergi demi membawa jenazah korban keluar dari area hutan.

“Jenazah korban baru bisa dievakuasi pada hari ini dan langsung di bawa ke Puskesmas Tutur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya
.
Berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan keluarga, korban diduga tersesat saat hendak menuju Desa Ngadas, Malang, untuk mencari kerja. Kondisi psikologis korban yang tengah depresi akibat himpitan ekonomi diduga menjadi pemicu korban kehilangan arah di tengah hutan rimba.

Setelah pemeriksaan medis dilakukan, pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur penganiayaan di balik kematian petani tersebut. Hal ini juga diperkuat dengan sikap keluarga yang telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni.

“Dari pemeriksaan luar petugas medis tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan ataupun luka-luka. Pihak keluarga menerangkan bahwa korban pergi dari rumah sejak 40 hari lalu dan terlihat depresi. Keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan meminta jenazah segera disucikan untuk dimakamkan,” tambahnya.

Kini, jenazah Kushadi telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga di Dusun Ledok Kepor untuk segera dikebumikan di pemakaman Desa setempat. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: