PASURUAN, BacainD.com – Imbas perusahan diduga nakal dan buang limbah sembarangan. Sejumlah kartu keluarga (KK) di Dusun Purwodadi, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan pada Jumat (28/8/2026) sore, nampak gembira, saat bantuan air bersih satu tangki datang dari karang taruna.

Pasalnya, hampir kurang lebih 10 tahun. Sejumlah rumah warga, yang berdekatan dengan sungai harus merasakan kepahitan yang begitu cukup panjang. Air sumur milik warga, Diduga kuat tercemar dari limbah perusahan. Biasanya, dari puluhan KK yang air sumur tercemar diduga limbah, para warga rela membeli di sekitar Desa setempat.

Dari pantauan dilokasi, kegembiraan warga nampak terlihat saat mengisi puluhan galon air bersih dari tangki. Bahkan, warga tak luput memberi tahu warga lain agar ikut antre air bersih tersebut.

Hal ini dibenarkan langsung oleh salah satu warga Tutik – Warga Dusun Purwodadi, bahwa air sumur miliknya tidak jernih dan tidak bisa digunakan, untuk keperluar masak dan mandi.

“Air sumur di tempat saya itu kotor mas, jadi dibuat memasak tidak bisa. Sehingga, saya beli air bersih kalau tidak meminta kepada tetangga,” ucap Tutik kepada awakmedia usai mengambil air bersih dari tangki.

Tutik menjelaskan, keruh dan tidak jernihnya air sumur, pihaknya tidak tau pasti penyebabnya karena apa. Namun, air sumur nya itu kadang bau, kalau ada bantuan seperti ini sangat membantu sekali.

“Kalau masalah air dirumah saya pastinya saya tidak tau mas, apa karena limbah atau yang lain saya tidak tau. Tapi, sumur yang rumah dekat sungai sama semua (Kotor dan bau Red), kalau yang jauh (Dari Sungai Red) itu tidak apa apa,” jelasnya.

“Tapi alhamdulillah, saya sangat terbantu saat ini ada bantuan air bersih dari Karang taruna. Sehingga, tidak beli air bersih lagi,” imbuhnya.

Senada dengab tutik, Ketua RW Dusun Setempat Subhan mengatakan, bahwa sumur warga yang terkontaminasi diduga limbah ada puluhan KK, semuanya berdekatan dengan sungai. Jika rumahnya tidak berdekatan dengan sungai itu tidak terdampak.

“Ada 32 KK yang air sumurnya itu terdampak limbah dari pabrik. Sehingga, air yang di dasar sumur kadang warna kuning, hitam hingga berwarna putih, jadi tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Subhan.

Pihaknya juga menambahkan, bahwa sumur warga yang berdekatan dengan sungai dialami oleh 32 KK tersebut nampak bukan 2 hingga 5 tahun. Namun, sudah puluhan tahun.

“Kurang lebih 10 tahunan mas sumur warga yang terdampak limbah itu. Jadi warga mulai dulu itu, di 32 KK air untuk kebuthan sehari hari beli semua mas. Air sumurnya itu dibuat mandi tidak bisa, kalau kena kulit itu gatal – gatal mas,” tambahnya.

Sementara itu, Udin – warga Dusun Purwodadi Wonokoyo menuturkan, terdampaknya sumur warga hingga berubah warna dan gatal. Diduga tercemari dari Limbah milik PT Etika Dairies Indonesia. Karena, saluran pembuangan limbah ke sungai itu dari pabrik mereka.

“Kalau dilihat dari sungai yang kami telusuri bersama warga, itu dari PT Etika Dairies Indonesia, karena di salura irigasi diatas ada pipa warna hitam yang mengeluarkan air warna hitam kadang putih. Disungai juga ada bekas kayak mengerak gitu,” tuturnya.

Hingga saat ini, pihak redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi resmi dari pihak perusahan diduga nakal dan buang linbah sembarangan, guna perimbangan berita lebih lanjut. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

M. Bahrul Ulum

M. Bahrul Ulum adalah seorang wartawan BacainD.com - M. Bahrul Ulum merupakan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) resmi yang bertugas di BacainD.com untuk wilayah Jawa Timur.