JAKARTA, BacainD.com – Polri saat ini tengah mengembangkan aplikasi Traffic Attitude Record yang akan mencatat perilaku dan pelanggaran yang pernah dilakukan pengemudi kendaraan.
Hal itu, disampaikan oleh Irjen Pol Aan Suhanan, Kakorlantas Polri dalam perayaan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69, Kamis (26/9/2024) kemarin.
Dia mengatakan, pihaknya saat ini telah membangun aplikasi yang bernama Traffic Attitude Record. Dalam aplikasi itu, nantinya mempinyai basis data para pengemudi.
“Baik itu yang melanggar UU Lalu Lintas maupun yang menjadi tersangka atau menjadi penyebab terjadinya kecelakaan, itu ada di record di korlantas ya,” paparnya.
Nantinya, kata Aan Suhana, setiap pengemudi dimulai saat memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM), pengemudi akan memiliki 12 poin, yang mana poin tersebut akan dikurangi jika pengemudi tersebut melanggar lalu lintas.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk besaran pengurangan poin itu dilihat dari ringan beratnya pelanggara lalu lintas. Seperti pelanggaran ringan bernilai 1 poin, sedangkan untuk pelanggaran sedang dan berat bisa sampai bernilai 3 poin.
Sedangkan untuk yang terlibat kecelakaan atau bahkan kasus tabrak lari, akan dikurangi 8 hingga 12 poin.
“Nantinya, ini bisa memberikan efek jera untuk masyarakat pada saat memperpanjang SIM tidak bisa (diperpanjang), ketika poin sudah habis. Harus melaksanakan uji ulang,” paparnya.
Dari hal tersebut, ke depan, catatan pelanggaran pengemudi, jika bisa diimplementasikan dan dimanfaatkan oleh Divisi Intelejen dan Keamanan (Intelkam) untuk penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian alias SKCK. (Alf/red)