BEKASI, BacainD.com – Musyawarah Kota (Mukota) VI Kadin Kota Bekasi yang berlangsung di Mega Bekasi Hypermall menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan sinergi dunia usaha di Kota Bekasi. Kamis (7/5/2026).
Agenda lima tahunan tersebut menegaskan kembali posisi Kadin sebagai satu satunya organisasi pengusaha yang dibentuk berdasarkan undang-undang dan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusyadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Mukota bukan hanya forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga wadah memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Musyawarah Kota ini adalah momentum konsolidasi sekaligus penguatan peran Kadin sebagai rumah besar para pengusaha. Kota Bekasi memiliki posisi strategis sebagai magnet ekonomi dan penyangga utama Jakarta, sehingga dibutuhkan kebersamaan dan kolaborasi yang kuat di antara seluruh elemen pengusaha,” ujar Almer.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung dinamika dualisme yang sempat terjadi di tubuh Kadin Kota Bekasi. Menurutnya, persoalan tersebut telah diselesaikan melalui pendekatan dialog dan semangat persatuan.
“Kami tidak ingin menyisakan konflik di Kota Bekasi. Pengusaha harus mengedepankan kolaborasi dan negosiasi, karena tujuan utama dunia usaha adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama,” katanya.
Almer turut menyoroti pentingnya kepemimpinan yang inklusif di tubuh Kadin Kota Bekasi. Dengan adanya calon tunggal Ketua Kadin Kota Bekasi, yakni Qadar Ruslan Siregar, ia berharap kepengurusan mendatang mampu merangkul seluruh Anggota Luar Biasa (ALB) maupun organisasi pengusaha lainnya seperti Gapensi, IWAPI, Apindo, dan HIPMI.
“Siapa pun yang memimpin nanti harus mampu menjadi perekat seluruh elemen pengusaha. Kadin harus menjadi rumah bersama yang terbuka dan inklusif bagi semua,” tegasnya.
Ia juga membagikan pengalamannya dalam menyelesaikan dinamika organisasi di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui kepengurusan yang inklusif dan melibatkan seluruh unsur organisasi.
Mukota VI Kadin Kota Bekasi turut dihadiri unsur Pemerintah Kota Bekasi, DPRD, organisasi pengusaha, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.
Forum tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara Kadin dan Pemerintah Kota Bekasi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Nikko)






