JAKARTA, BacainD.com – Dewan Pimpinan Nasional Forum Pemersatu Nasional Republik Indonesia (DPN FPN RI) memberikan tanggapan positif dan apresiasi tinggi terhadap capaian Danantara Indonesia yang disalurkan melalui Danantara Investment Management (DIM).
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Matsani Abdulrahman, SE, MM, MBA di sela-sela aktivitas kerjanya di Markas Besar DPN FPN RI, Kemang, Jakarta Selatan.
Matsani Abdulrahman sapaan akrab Bang Sani, menilai keberhasilan penawaran obligasi internasional perdana senilai USD 1,5 miliar di tengah ketidakpastian geopolitik dan tantangan ekonomi global merupakan bukti nyata kuatnya fundamental, tata kelola, serta prospek jangka panjang institusi tersebut.
“Antusiasme pemodal tercatat sangat tinggi, di mana nilai puncak pemesanan (peak orderbook) gabungan mencapai sekitar USD 4,6 miliar atau melampaui tiga kali lipat dari total nilai penerbitan. Partisipasi tersebut didominasi oleh investor institusi berkualitas dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika (EMEA), dan Asia,” ucap Bang Sani, Sabtu (19/9/2026).
Ia menjelaskan, untuk penetapan imbal hasil dan spread, seri 5 tahun yang bernilai USD 750 juta mencatatkan tingkat imbal hasil (yield) 5,35% dan spread 32 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara. Sementara seri 10 tahun bernilai USD 750 juta dipatok dengan tingkat imbal hasil 5,95% dan spread 34 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara.
“Instrumen ini didominasi oleh Manajer Aset/Pengelola Dana sebesar 82% pada seri 10 tahun dan 72% pada seri 5 tahun, disusul oleh lembaga Asuransi/Dana Pensiun serta Perbankan,” jelasnya.
Guna memastikan capaian ini terus memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas, Matsani Abdulrahman menekankan sembilan aspek strategis yang menjadi fokus perhatian dan pengawasan DPN FPN RI.
Poin pertama mencakup latar belakang untuk memahami dasar pembentukan investasi secara komprehensif. Kedua, ruang lingkup, visi, dan misi guna menjaga kejelasan arah strategis jangka panjang. Ketiga, mengantisipasi dan memitigasi risiko tantangan pasar terkait permasalahan yang ada.
Aspek keempat adalah konsep pendirian untuk memperkuat landasan kerangka institusional. Kelima, rumusan tugas kerja demi menjamin efisiensi operasional. Keenam, struktur organisasi yang mendorong tata kelola profesional serta akuntabel.
Selanjutnya aspek ketujuh melibatkan kebijakan, eksekusi, dan pelaksanaan untuk memastikan eksekusi program tepat sasaran. Kedelapan, evaluasi berkala guna melakukan pengawasan performa secara rutin. Terakhir, aspek kesembilan berupa solusi dan masukan untuk memberikan kontribusi pemikiran konstruktif demi kepentingan nasional.
“Keberhasilan DIM menembus pasar keuangan internasional tanpa rekam jejak penerbitan sebelumnya mencerminkan pengakuan investor terhadap kekuatan institusional dan keterkaitannya dengan sovereign,” tuturnya.
Ia menambahkan, DPN FPN RI berkomitmen hadir untuk mengawal keterbukaan publik, “DPN FPN RI hadir untuk memastikan keterbukaan publik serta keberlanjutan dampak positifnya bagi perekonomian nasional,” pungkasnya. (Mr D)









