PASURUAN, BacainD.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kemandirian industri kesehatan di wilayahnya. Hal ini ditegaskan saat ia meresmikan Line 4 PT Satoria Aneka Industri di Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/4/2026) pagi.

Khofifah memproyeksikan industri ini sebagai pilar utama substitusi impor alkes di Jawa Timur. Dalam kunjungannya, ia melihat langsung proses manufaktur cerdas yang mampu memproduksi hingga 230 juta botol infus per tahun tersebut.

“Bagaimana industri farmasi dirintis, dibesarkan dan dikembangkan. Saya rasa ini indusri yang menjadi subtitusi impor, hilirisasi di segala tempat, sehingga harapan kita subtitusi impor bisa diinisiasi melalui PT Satoria Aneka Industri ini,” ucap Khofifah saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jatim ini langsung memberikan langkah konkret dengan merencanakan kerja sama suplai cairan infus untuk 14 RSUD milik Pemprov Jatim. Tak berhenti di situ, ia menargetkan distribusi ini merambah ke seluruh rumah sakit daerah di 38 kota dan kabupaten se-Jawa Timur.

“Hadirnya line 4 bagi kami adalah sebuah good news karena kita berharap bahwa peningkatan produksi infus, umumnya industri farmasi dapat memberikan garansi pemenuhan kebutuhan cairan infus, terutama untuk seluruh RSUD yang dikelola Pemprov dan RSUD di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur,” lanjutnya.

Sementara itu, CEO and Founder Satoria Group, Alim Satria, mengapresiasi dukungan penuh pemerintah provinsi. Ia menyatakan bahwa, pengoperasian lini ke-4 ini adalah tonggak sejarah bagi Satoria menjadi yang terbesar di Indonesia.

“Setelah Line ke-4 mulai beroperasi, kapasitas produksi tahunan kami dapat mencapai 230 juta botol per tahun, menjadikan kami sebagai pabrikan infus terbesar di Indonesia,” ujar Alim.

Ia juga menambahkan bahwa, efisiensi dan kualitas adalah kunci utama dalam mendukung visi besar Gubernur Jatim, “Peresmian Line ke-4 hari ini bukan hanya berarti peningkatan kapasitas, tetapi juga menandai kemajuan baru dalam manufaktur cerdas dan pengendalian kualitas terbaik,” tambahnya.

Menutup rangkaian acara, Khofifah berharap langkah Satoria yang juga berencana melakukan IPO pada 2027 serta membangun Line 5 pada 2028 dapat memperkokoh fondasi ekonomi Jawa Timur di sektor kesehatan.

“Kami berharap seluruh langkah ini dapat mendorong kemandirian industri farmasi Indonesia serta pengembangan berkualitas tinggi, demi memberikan kontribusi bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” pungkas Alim mengamini harapan Gubernur. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

M. Bahrul Ulum

M. Bahrul Ulum adalah seorang wartawan BacainD.com - M. Bahrul Ulum merupakan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) resmi yang bertugas di BacainD.com untuk wilayah Jawa Timur.