Bekasi, BacainD.com – Irfan Maulana yang akrab disapa Olle menyatakan komitmennya untuk bergabung sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Sukamaju Dusun II, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi.

Ia menegaskan tekadnya untuk memperkuat peran masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang demokratis, transparan, dan akuntabel.

Menurut Olle, BPD memiliki fungsi strategis sebagai representasi warga dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah desa.

Lembaga tersebut juga berperan layaknya “parlemen desa” yang mewakili penduduk berdasarkan keterwakilan wilayah serta mendorong partisipasi perempuan secara demokratis.

“Tujuan saya bergabung di BPD adalah untuk menjadi wakil masyarakat dalam menyelenggarakan pemerintahan desa yang demokratis, transparan, dan akuntabel,” ujar Irfan Maulana (Olle) saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, BPD memiliki tugas utama menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, membahas serta menyepakati Peraturan Desa (Perdes) bersama kepala desa, serta mengawasi kinerja kepala desa agar berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

Olle mengusung visi untuk menciptakan desa yang mandiri, sejahtera, berdaya saing, dan berbudaya, dengan tata kelola pemerintahan yang transparan serta harmonis.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menekankan sejumlah misi, di antaranya memperkuat penyerapan dan penyaluran aspirasi masyarakat secara demokratis, berperan aktif dalam pembahasan dan penyusunan Perdes, serta mendorong sinergi pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

“BPD harus hadir sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah desa. Aspirasi warga harus digali, ditampung, dan diperjuangkan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor ekonomi dan sosial desa melalui dukungan terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk pemanfaatan sistem digital dan kegiatan sosial budaya.

“Sinergi pembangunan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, agar desa berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing,” pungkasnya. (Nikko)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: