PASURUAN, BacainD.com – Kecelakaan dua sepeda motor terjadi di jalan Kabupaten jurusan Dusun Sumbersuko menuju Dusun Terongdowo, tepatnya di Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Insiden “adu banteng” ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa ini melibatkan sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi S-6595-NH yang dikendarai oleh Tumini (54), warga Kelurahan Sekarjoho, Kecamatan Prigen, serta Honda PCX bernomor polisi N-5731-TDZ yang dikendarai oleh Rahsya Adly Airlangga (18), seorang pelajar asal Desa Jerukpurut, Kecamatan Gempol.
Kecelakaan bermula saat pengendara Honda Supra melaju dari arah selatan menuju utara. Setibanya di TKP, pengendara Supra tersebut diduga bergerak pindah jalur ke arah kanan. Di saat yang bersamaan, muncul Honda PCX dari arah berlawanan (utara ke selatan), sehingga tabrakan adu depan tidak terhindarkan.
Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno menyampaikan, bahwa penyebab utama kecelakaan tersebut, diduga karena faktor kelalaian manusia.
“Semula kendaraan Honda Supra berjalan dari arah selatan ke utara. Sesampainya di TKP, diduga pengemudi kurang memperhatikan arus lalu lintas di sekitarnya saat berpindah jalur ke kanan, sehingga tertabrak kendaraan Honda PCX yang berjalan dari arah berlawanan,” ucap Joko Jumat (03/04/2026).
Joko menjelaskan, akibat benturan keras tersebut, pengendara Supra mengalami luka terbuka pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia (MD) setelah dievakuasi ke RS Bhayangkara Watukosek.
“Akibat kejadian itu, satu orang pengendara Supra meninggal dunia dan evakuasi ke RS Bhayangkara Watukosek,” jelasnya.
Sementara itu, pengendara Honda PCX, Rahsya, mengalami luka sobek pada pelipis kiri dan keluar darah dari telinga kanan, dikategorikan sebagai luka berat (LB). Penumpangnya, Sayyid Maulana Ibrahim (16), mengalami luka ringan (LR) berupa keluar darah dari hidung.
“Keduanya saat ini mendapatkan perawatan medis di RS Abyakta Kepulungan,” tuturnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan memperhatikan arus lalu lintas di sekelilingnya, terutama saat hendak berpindah jalur atau berbelok, guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa. (BM)





