Jakarta, BacainD.com – Gema Sadhana bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Malam Renungan Suci untuk Kedamaian Dunia di kawasan silang Monumen Nasional (Monas), dengan melibatkan ribuan peserta lintas agama dan etnis. Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Ketua Umum Gema Sadhana A.S. Kotelen, serta sejumlah tokoh internasional, di antaranya Duta Besar India Sandeep Chakravorty dan Duta Besar Sri Lanka Sashikala Premawardhane.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menegaskan pentingnya menyuarakan pesan damai dari Jakarta ke dunia di tengah situasi global yang dinilai tidak sedang baik-baik saja.
Ia menekankan bahwa keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun harmoni, bukan sumber perpecahan.
“Keberagaman bukan untuk dipertajam, melainkan menjadi kekuatan untuk hidup berdampingan dalam harmoni. Nilai kemanusiaan dan keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Sadhana A.S. Kotelen menyebut kegiatan ini sebagai momentum persatuan yang mempertemukan sekitar 3.500 peserta dari tujuh agama dan puluhan etnis.
Ia menilai acara tersebut mencerminkan semangat kebhinekaan Indonesia sebagai negara Pancasila.
“Ini bukti bahwa masyarakat dari berbagai latar belakang dapat hidup berdampingan dalam suasana harmonis dan penuh toleransi,” katanya.
Acara mengusung tema A sacred Night For Word Peace And Global Harmony, yang ditandai dengan penyalaan 3.000 cahaya secara serentak sebagai simbol harapan akan perdamaian dunia.
Rangkaian kegiatan diisi dengan meditasi, doa lintas agama, serta praktik pernapasan dan refleksi spiritual.
Doa dipimpin oleh Bhikkhu Dhammasubho Mahathera yang mengajak seluruh pihak menumbuhkan niat baik, menjaga integritas, serta mendoakan keselamatan semua makhluk.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perdamaian dapat dimulai dari kesadaran individu dan diperkuat melalui kebersamaan lintas iman dan budaya. (Nikko)






