PROBOLINGGO, BacainD.com – Guna mendorong lahirnya jurnalis yang profesional dan berintegritas, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya kembali menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-60.
Agenda sertifikasi ini dipusatkan di Paiton Operation House (POH) 2 milik Paiton Energy dan POMI, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, dengan mengusung rangkaian evaluasi selama dua hari.
Pembukaan acara tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Probolinggo Raya. Tampak hadir di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, serta Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto.
Ketua PWI Probolinggo Raya, Babul Arifandhi, menyampaikan bahwa sejak organisasi yang dipimpinnya kembali aktif sekitar tujuh tahun lalu, pelaksanaan UKW telah digelar sebanyak tiga kali. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menggembleng kualitas para pekerja pers di wilayahnya.
“UKW ini ibarat lisensi resmi bagi wartawan dalam menjalankan profesinya. Sudah sepatutnya para pekerja media memegang lisensi tersebut agar mampu menyajikan berita yang akurat serta berani bertanggung jawab atas informasi yang disampaikan,” ucap Babul, Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, bahwa pada UKW ke 60 ini diikuti oleh 24 Jurnalis, dengan terbagi 3 tingkatan yakni, 6 peserta untuk tingkat Muda, 12 peserta tingkat Madya, dan 6 peserta di level Utama.
“Kami optimistis dengan bekal kompetensi yang teruji, teman-teman pers dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengawal pembangunan di wilayah Kota maupun Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Apresiasi tinggi turut mengalir dari pemerintah daerah. Kepala Diskominfo Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, menilai upaya PWI Probolinggo Raya sangat krusial dalam membentuk insan pers yang tangguh, independen, dan berpegang teguh pada etika jurnalistik.
“Tugas dan integritas media adalah bagian yang tak terpisahkan dari tanggung jawab publik kita bersama. Para jurnalis diharapkan senantiasa patuh pada kode etik serta optimal menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat,” ujar Lucia.
Ia berharap melalui uji kompetensi ini, para wartawan mampu melahirkan karya-karya jurnalistik yang makin objektif, edukatif, dan membawa kemanfaatan bagi warga Probolinggo Raya.
Senada dengan hal itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto, menegaskan posisi pers sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyebarluaskan berbagai kebijakan serta program pembangunan kepada khalayak.
“Harapan kami, ajang ini tidak semata-mata menjadi ajang formalitas berburu kelulusan atau sertifikat. Lebih dari itu, nilai-nilai dan kecakapan jurnalistik yang diuji harus benar-benar diterapkan secara nyata pada aktivitas peliputan sehari-hari,” tegasnya.
Dukungan serupa juga diutarakan Ketua PWI Jawa Timur, Lutfi Hakim. Ia menekankan pentingnya peran wartawan tersertifikasi dalam menjaga ruang demokrasi daerah tetap sehat, sekaligus mempraktikkan standar kerja pers secara konsisten.
“Uji kompetensi memang tolok ukur formal, tetapi ujian sebenarnya adalah bagaimana standar teknis dan etika tersebut diwujudkan secara konsisten sewaktu bertugas di lapangan,” tegas Lutfi.
Kegiatan UKW angkatan ke-60 ini dapat terlaksana dengan lancar berkat kolaborasi dan dukungan dari sejumlah mitra kerja strategis, seperti PT POMI Paiton Energy, PT PLN Nusantara Power UP Paiton, Bank Jatim Cabang Kraksaan, serta PT DABN Probolinggo. (BM)






