BEKASI, BacainD.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya melakukan audiensi dan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, Senin (19/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi ajang memperkuat komunikasi antara insan pers dan jajaran pemasyarakatan sekaligus meninjau program pembinaan warga binaan, ketahanan pangan, serta inovasi pelayanan publik.

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, bersama jajaran pengurus disambut Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, beserta petugas pemasyarakatan.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran PWI mendapatkan pemaparan mengenai berbagai program yang dijalankan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan kembali ke tengah masyarakat.

Ade Muksin mengatakan, audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus memperluas pemahaman insan pers mengenai pelaksanaan pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Menurutnya, keterbukaan informasi dari institusi publik penting agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh mengenai program dan pelayanan yang dijalankan.

“Kami mengapresiasi sambutan dan keterbukaan jajaran Lapas Kelas IIA Cikarang. Melalui audiensi ini, kami dapat melihat secara langsung berbagai program pembinaan, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, keagamaan, hingga pelatihan keterampilan bagi warga binaan,” ujar Ade.

Salah satu program yang menjadi perhatian rombongan PWI Bekasi Raya adalah pemanfaatan lahan seluas kurang lebih lima hektare untuk mendukung ketahanan pangan.

Berdasarkan pemaparan pihak lapas, terdapat sekitar 3.000 ekor ayam petelur dengan produksi mencapai 2.500 butir telur per hari.

Selain peternakan ayam petelur, Lapas Kelas IIA Cikarang juga mengembangkan budidaya ikan lele dan patin, pemeliharaan ayam kampung, serta penanaman berbagai jenis sayuran.

Pihak lapas turut memanfaatkan limbah dapur untuk dibudidayakan menjadi maggot yang digunakan sebagai pakan ikan dan ayam.

Program tersebut menjadi bagian dari pengelolaan limbah sekaligus sarana pembelajaran bagi warga binaan di bidang peternakan dan perikanan.

Berbagai kegiatan produktif tersebut menjadi bagian dari pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi juga pada pengembangan keterampilan sebagai bekal setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

Selain ketahanan pangan, pembinaan di Lapas Kelas IIA Cikarang mencakup kegiatan keagamaan, olahraga, kursus bahasa Inggris, serta pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C sesuai ketentuan yang berlaku.

Fasilitas pembinaan keagamaan didukung keberadaan masjid, gereja, dan wihara.

Pihak lapas juga menyelenggarakan kegiatan pesantren bagi warga binaan yang mengikuti program tersebut.

Di bidang keterampilan, warga binaan mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan pembuatan tempe, keripik tempe, roti, kerajinan tangan, plakat, dan cendera mata.

Pelatihan melinting rokok juga menjadi salah satu kegiatan keterampilan produksi yang diperkenalkan.

Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, menjelaskan bahwa kegiatan di sektor perikanan, peternakan, pertanian, dan pengolahan limbah merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas warga binaan.

“Melalui kegiatan perikanan, peternakan, pertanian, dan pengolahan limbah, kami berupaya meningkatkan produktivitas serta membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemandirian,” kata Urip saat memberikan keterangan kepada BacainD.com.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan PWI Bekasi Raya juga memperoleh penjelasan mengenai Layanan Lacika Konsultasi Online (LALAKON), layanan berbasis situs web yang mempermudah masyarakat mendaftarkan kunjungan secara daring.

Data pengunjung selanjutnya diverifikasi oleh petugas, sementara pelayanan manual tetap tersedia bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam menggunakan teknologi digital.

Pihak lapas turut memaparkan kondisi hunian. Jumlah warga binaan tercatat sebanyak 1.472 orang, sedangkan kapasitas hunian yang tersedia sebanyak 1.130 orang.

Dengan demikian, jumlah penghuni melampaui kapasitas sebanyak 342 orang.

Sementara itu, jumlah pegawai yang mendukung pelaksanaan tugas pengamanan, pelayanan, administrasi, dan pembinaan tercatat sebanyak 131 orang.

Data tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi hunian di Lapas Kelas IIA Cikarang, di samping pelaksanaan berbagai program pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan maupun masyarakat.

Ade Muksin menegaskan, hubungan antara pers dan lembaga publik perlu dibangun melalui komunikasi profesional, keterbukaan informasi, serta penghormatan terhadap ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, insan pers memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat berdasarkan fakta dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap komunikasi dan sinergi yang baik ini dapat terus terjaga. Pers memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat secara profesional, berimbang, dan berdasarkan fakta. Karena itu, keterbukaan informasi dari lembaga publik menjadi hal yang penting,” ujarnya.

Ade juga berharap program pembinaan di Lapas Kelas IIA Cikarang terus dikembangkan agar warga binaan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh pendidikan, keterampilan, dan pengalaman produktif sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas.

“Melalui audiensi tersebut, PWI Bekasi Raya berharap komunikasi antara insan pers dan jajaran pemasyarakatan terus terjalin dengan baik sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang komprehensif mengenai pelaksanaan pembinaan dan pelayanan di Lapas Kelas IIA Cikarang,” pungkasnya. (Nikko)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

Darfindo Nikko

Darfindo Nikko - Wartawan dan Redaktur di BacainD.com yang berfokus pada liputan wilayah Bekasi Raya dan sekitarnya, mencakup isu pemerintahan, infrastruktur, hingga dinamika sosial masyarakat. Berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan relevan bagi warga Bekasi dan pembaca setia BacainD.com.