BEKASI, BacainD.com – Di tengah derasnya arus digital yang kian lekat dengan kehidupan generasi muda, Sanggar S.Badyo Art menghadirkan cara berbeda untuk mengajak anak-anak kembali mengenal dunia seni dan budaya.
Melalui gelaran Semarak Budaya 2026, ratusan anak diajak mengasah kreativitas sekaligus sejenak menjauh dari layar gadget.
Kegiatan tersebut digelar di lapangan parkir Fun Park, kawasan Regency 1, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Sabtu (17/10/2026).
Acara ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari lomba melukis dan mewarnai, pagelaran budaya, pertunjukan musik, tari-tarian, hingga kesenian khas Betawi seperti topeng Betawi dan lenong.
Tak sekadar menjadi ajang hiburan, Semarak Budaya 2026 juga membawa misi edukasi.
Anak-anak diberikan ruang untuk mengekspresikan imajinasi, mengembangkan bakat, serta mengenal kekayaan seni dan budaya sejak dini.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya anak usia balita hingga remaja yang mengikuti rangkaian kegiatan.

Dalam perlombaan melukis dan mewarnai, ratusan anak tampak serius menuangkan kreativitas mereka di atas kertas dan kanvas.
Sebagian peserta mewarnai gambar gajah yang telah disediakan panitia, sementara peserta lomba melukis bebas menuangkan gagasan dan imajinasi mereka melalui berbagai objek dan cerita.
Salah satu peserta, Nayla (11), siswi sekolah dasar yang datang bersama ibunya, mengaku senang bisa mengikuti perlombaan tersebut.
Ia berharap dapat meraih juara pertama sekaligus kembali mengikuti kegiatan serupa pada kesempatan mendatang.
“Aku senang banget. Aku berharap ada acara ini terus, dan sekarang aku berharap juara satu,” ujar Nayla sambil tersenyum.
Kreativitas Anak Jadi Penilaian Utama
Juri lomba melukis dan mewarnai, Arif E. Saputro, mengatakan penilaian dilakukan berdasarkan kategori perlombaan dan usia peserta.
Untuk lomba mewarnai, kreativitas serta keberanian anak dalam mengeksplorasi warna menjadi aspek penting yang diperhatikan.
Menurut Arif, peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan mewarnai gambar sesuai bentuk aslinya, tetapi juga dari keberanian mengembangkan imajinasi.
Ia mencontohkan sejumlah peserta yang menambahkan objek matahari pada gambar yang sebelumnya tidak memiliki unsur tersebut.
Ada pula anak yang berani menggunakan warna berbeda dari warna objek di kehidupan nyata.
“Untuk lomba mewarnai, saya lebih menekankan kreativitas dan imajinasi warna. Mereka sudah diberikan gambar oleh panitia, kemudian bagaimana mereka mengeksplorasi warna sesuai imajinasinya,” jelas Arif.

Ia mengapresiasi keberanian anak-anak yang mampu menghadirkan unsur baru dalam gambar mereka.
Baginya, kreativitas seperti itu menunjukkan bahwa peserta tidak sekadar mengikuti pola, tetapi juga berani mengembangkan gagasan sendiri.
Sementara pada kategori melukis, penilaian lebih diarahkan pada orisinalitas ide dan cerita di balik karya yang dihasilkan.
“Saya lebih menekankan pada ide dan cerita di balik lukisan itu. Ada cerita seperti apa yang ingin disampaikan, dan bagaimana mereka menuangkannya ke atas kanvas,” tambahnya.
Misi Dua Jam Lepas dari Gadget
Pemilik Sanggar S.Badyo Art, Subadyo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari kepeduliannya terhadap anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital.
Menurut dia, gadget kini semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.
Karena itu, diperlukan ruang alternatif yang mampu menarik minat anak untuk berkarya, berinteraksi, dan mengenal seni secara langsung.
“Ini bentuk kepedulian kami terhadap generasi muda. Anak-anak sekarang sudah sangat dekat dengan gadget. Minimal, kami ingin mengajak mereka selama dua jam lepas dari gadget dan melakukan kegiatan yang lebih produktif melalui seni dan budaya,” ujar Subadyo.
Ia berharap kegiatan menggambar, mewarnai, melukis, serta pertunjukan seni dapat menjadi alternatif aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak, khususnya pada usia dini.
Subadyo menjelaskan, Sanggar S.Badyo telah berdiri sejak tahun 2000.
Namun, pada 2026, pihaknya berupaya memperkuat legalitas dan kerja sama dengan instansi pemerintah terkait agar kegiatan seni dan budaya yang dijalankan dapat berkembang lebih luas.
Ia juga menyebut dukungan Pemerintah Kota Bekasi serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi bagian penting dalam upaya mendorong kegiatan seni yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta yang meraih juara disebut akan memperoleh sertifikat dari Pemerintah Kota Bekasi.
Sertifikat itu diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi anak-anak dalam mengembangkan prestasi di bidang seni.
Meski demikian, pemanfaatan sertifikat untuk jalur prestasi penerimaan peserta didik baru perlu disesuaikan dengan ketentuan resmi yang berlaku pada sekolah dan tahun penerimaan masing-masing.
UMKM Lokal Turut Dilibatkan
Semarak Budaya 2026 juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ratusan pelaku UMKM dilibatkan untuk meramaikan kegiatan, khususnya melalui stan kuliner yang tersedia di lokasi acara.
Panitia turut memberikan kupon kepada warga untuk dibelanjakan di sejumlah stan kuliner UMKM.
Skema tersebut menjadi salah satu upaya mendorong perputaran ekonomi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kreativitas anak, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.
Semarak Budaya 2026 menjadi gambaran bahwa ruang seni dan budaya masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan yang semakin digital.
Melalui kegiatan semacam ini, anak-anak diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai generasi yang mampu berkarya, berimajinasi, dan mengenal identitas budayanya sendiri. (Frm)










