PASURUAN, BacainD.com – Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan menerjunkan tim khusus untuk mengusut tuntas dan secara transparan dugaan pelanggaran prosedur dalam kasus kematian Widi Nur Cahyono (43) warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, yang meninggal dunia usai diamankan oleh petugas kepolisian.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menyampaikan permohonan maaf dan rasa duka cita atas insiden yang menyita perhatian publik tersebut.

“Yang pertama, kami mewakili Bapak Kapolres Pasuruan mengucapkan belasungkawa dan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak korban, maupun masyarakat Pasuruan yang sudah membaca kasus saat ini,” ucap Joko.

Joko menjelaskan, guna memastikan penanganan perkara berjalan objektif, Seksi Propam Polres Pasuruan telah menerjunkan tim khusus atas instruksi pimpinan.

“Dari Polres Pasuruan sudah menerjunkan tim khusus untuk memeriksa baik melalui saksi maupun dari penyidik juga. Tadi sudah saya sampaikan bahwa dari tim yang dibentuk oleh Propam, ini atas perintah Pak Kapolres untuk melaksanakan pemeriksaan anggota yang melaksanakan kegiatan operasional,” jelasnya.

Ia juga menekankan penindakan tegas bagi personel yang terbukti melanggar SOP. “Nantinya apabila dari rekan-rekan anggota ini dalam melaksanakan penyelidikan ada kesalahan, nanti akan kita tindak tegas. Jelas kasus ini akan kita selesaikan secara transparan,” tekannya.

Mengenai jumlah personel yang terlibat dalam tindakan operasional penangkapan korban, terdapat empat anggota dari Unit Reskrim Polsek Beji. Sementara itu, untuk jumlah anggota yang diperiksa oleh tim internal, pihak kepolisian masih melakukan pendataan lanjutan.

“Nanti tunggu perkembangan, ya. Yang jelas hari ini sudah dibentuk timnya, yang nantinya apabila sudah selesai akan diinformasikan lagi kepada rekan-rekan media semuanya,” tuturnya.

Terkait kondisi fisik dan penyebab kematian korban, Iptu Joko menambahkan bahwa, pihaknya masih menunggu hasil dari pihak rumah sakit.

“Hasil medis masih belum, nanti nunggu lebih lanjut. Karena tadi info awal tidak ada bekas-bekas penganiayaan. Dan untuk lebih betulnya, nanti kita nunggu hasil dari rumah sakit,” tambahnya.

Untuk memastikan proses penanganan jenazah berjalan transparan dan dapat dipercaya masyarakat, lokasi pemeriksaan medis yang awalnya berada di Rumah Sakit Pusdik Poorong dipindahkan ke Rumah Sakit Surabaya.

“Yang tadinya di Rumah Sakit Pusdik, demi permintaan masyarakat biar kita lebih transparan, nah kita bawa untuk penanganan ke Rumah Sakit Surabaya. Untuk betul-betul Polri dalam hal ini menangani perkara ini betul-betul transparan,” ungkapnya.

Selain langkah internal dan medis, koordinasi dengan pihak keluarga korban juga telah dilakukan oleh jajaran Polsek Beji.
“Pak Kapolsek Beji sudah melaksanakan koordinasi dengan keluarga. Dan alhamdulillah keluarga ini insya Allah akan menerima, yang nantinya ini akan tetap kita tindak lanjuti,” paparnya.

Mengakhiri keterangannya, Iptu Joko meminta publik untuk tidak berspekulasi dan bersikap bijak dalam memilah informasi. “Imbauan kepada masyarakat ya, lebih untuk bijak dalam membaca berita-berita yang mungkin dari media-media yang masih simpang siur,” pungkasnya. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

M. Bahrul Ulum

M. Bahrul Ulum adalah seorang wartawan BacainD.com - M. Bahrul Ulum merupakan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) resmi yang bertugas di BacainD.com untuk wilayah Jawa Timur.