Bekasi, BacainD.com – Momentum Hari Kartini dimaknai sebagai dorongan bagi perempuan untuk semakin aktif di berbagai bidang, termasuk politik.
Ketua DPD Partai NasDem, Nurul Sumarhen S.Ag, menegaskan bahwa kehadiran perempuan dalam dunia politik bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan.
Menurutnya, perempuan yang merupakan separuh dari populasi memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan yang lebih adil dan inklusif.
“Perempuan adalah separuh dari populasi umat manusia. Kehadiran perempuan dalam politik akan memberikan perspektif yang lebih utuh dalam menghadirkan solusi dari berbagai persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukankah politik adalah soal menghadirkan kebijakan yang relevan dan adil bagi semua warga negara” ujarnya. Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, Partai NasDem telah secara sistematis menghadirkan kebijakan internal yang mendukung keterwakilan perempuan, baik dalam struktur partai maupun dalam proses demokrasi.
“NasDem adalah rumah yang ideal bagi perempuan yang ingin terjun ke dunia politik,” tambahnya.
Meski demikian, Nurul tidak menampik masih adanya tantangan yang dihadapi perempuan di ranah publik.
Namun, ia menekankan pentingnya keberanian untuk terus maju dan berprestasi.
“Walaupun menghadapi hambatan yang tidak mudah, perempuan harus berani berkontribusi dan berprestasi. Jangan terpaku pada stigma dan doktrin yang membatasi peran perempuan di wilayah publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kesetaraan peran antara perempuan dan laki-laki, termasuk dalam pembagian tugas domestik yang selama ini kerap menjadi hambatan.
“Perempuan dan laki-laki adalah partner yang setara. Hal-hal domestik bisa didelegasikan, didistribusikan, dan dipertukarkan dengan kesepakatan yang adil,” pungkasnya. (Nikko)






