PASURUAN, BacainD.com – Merasa aspirasinya tak kunjung digubris meski pernah audiensi dengan PT Etika Dairies Indonesia. Kini warga Dusun Purwodadi, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan bakal melakukan Demo di depan pabrik pada 1 September 2026 mendatang.
Langkah ini diambil, sebagai bentuk kekecewaan warga atas dugaan pencemaran limbah industri yang disebut-sebut sudah berlangsung sejak 2022 lalu. Namun, tak kunjung mendapatkan solusi konkrit dari pihak pabrik.
Akibat dugaan pencemaran tersebut, air sumur warga mengalami perubahan warna, berbau menyengat, hingga menimbulkan rasa gatal pada kulit. Dampak ini telah memaksa warga, untuk membeli air bersih dari luar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua Pemuda Dusun Purwodadi, Budi menyampaikan, aksi mendatangi pabrik susu di Dusun Gesing, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol itu dilakukan karena janji perusahaan tak pernah terealisasi.
“Karena kami menilai, tuntutan warga sebelumnya terabaikan. Maka dengan itu, kami sepakat melakukan aksi Demo ke perusahaan susu atau PT Etika yang dinilai meresahkan lingkungan di Dusun kami,” ucap Budi, Kamis (27/8/2026).
Ia menegaskan bahwa, sedikitnya ada 25 rumah di dusunnya yang terdampak langsung, belum termasuk wilayah pemukiman lain di sekitarnya, “Kami bersama warga memperjuangkan terkait masalah limbah susu perusahaan. Saat ini, sekitar 25 rumah di Dusun Purwodadi terdampak, dan juga dusun lain juga sama,” tegasnya.
“Pihak perusahaan hanya janji dan janji. Tapi tidak ada kejelasan. Dan parahnya lagi, kesehatan warga juga terancam. Kami meminta keadilan,” imbuhnya.
Adapun sejumlah tuntutan utama yang terus didorong warga meliputi pembuatan sumur bor, instalasi pipanisasi air bersih, pengurasan sumur warga terdampak, hingga pembersihan berkala area sungai setiap enam bulan sekali. Selain itu, warga juga menuntut alokasi penyerapan tenaga kerja lokal dari lingkungan sekitar.
Hingga berita ini ditayangkan, manajemen PT Etika Dairies Indonesia belum memberikan jawaban resmi terkait tudingan pencemaran limbah serta rencana gelombang aksi demo susulan dari warga. (BM)






