BEKASI, BacainD.com – Suasana duka masih menyelimuti kawasan Bojong Koneng, Kelurahan Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menyusul meninggalnya seorang bocah berusia enam tahun yang diduga tenggelam di Kolam Renang H. Abdul Malik, Sabtu (25/7/2026).
Di balik peristiwa tragis tersebut, aparat kepolisian kini terus mengusut penyebab pasti kematian korban.
Unit Reserse Kriminal Polsek Cikarang Barat telah memeriksa sedikitnya Tujuh orang saksi untuk mengungkap kronologi kejadian sekaligus mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam insiden tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat AKP Engkus Kusnadi, mengungkapkan bahwa peristiwa nahas itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Namun, informasi baru diterimanya beberapa jam kemudian.
“Saya mendapatkan informasi sekitar pukul 17.00 WIB dari tetangga korban. Saat kami tiba di lokasi, kondisinya sudah steril dan tidak ada lagi aktivitas yang bisa dijadikan petunjuk awal di tempat kejadian,” ucap Engkus kepada Bacaind.com.
Menurutnya, proses penyelidikan juga menemui kendala lantaran area kolam renang tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Kondisi tersebut membuat penyidik harus mengandalkan keterangan para saksi untuk menyusun kembali rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan.
“Di lokasi kolam renang tidak ada CCTV. Sehingga, kami fokus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, yang mengetahui atau berada di sekitar lokasi saat kejadian,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan dari Tujuh orang saksi. Engkus menjelaskan, pemeriksaan masih terus berlangsung guna memastikan apakah terdapat unsur kelalaian yang menyebabkan bocah berusia enam tahun itu kehilangan nyawanya.
“Dari hasil penyelidikan sementara, terdapat indikasi dugaan kelalaian. Dugaan tersebut masih kami dalami, baik yang mengarah kepada pihak pengelola kolam renang maupun terkait pengawasan dari orang tua korban,” jelas Engkus.
Meski demikian, polisi menegaskan seluruh temuan tersebut masih bersifat sementara. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti serta mencocokkan keterangan para saksi sebelum menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut.
Sebelumnya diberitakan, aparat kepolisian bersama Tim Inafis Polres Metro Bekasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.
Garis polisi juga dipasang mengelilingi area kolam renang sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Hingga berita ini diperbarui, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Kolam Renang H. Abdul Malik terkait insiden tersebut.
Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik peristiwa yang merenggut nyawa bocah tersebut. (Frm)






