BEKASI, BacainD.com – Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi menjadi perhatian publik setelah empat kandidat dinyatakan lolos tahapan administrasi dan rekam jejak.

Salah satu nama yang masuk dalam bursa tersebut yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Muhammad Solikhin.

Selain rekam jejak dan kapasitas para kandidat, proses seleksi juga menjadi sorotan menyusul munculnya pembahasan mengenai hubungan kekerabatan Solikhin dengan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Aktivis kemanusiaan sekaligus pemerhati kebijakan publik, Frits Saikat, meminta masyarakat melihat persoalan tersebut secara proporsional dan tidak terburu-buru menyimpulkan adanya praktik nepotisme hanya berdasarkan hubungan keluarga.

“Saya tidak kenal sama Pak Solikhin, bahkan tidak pernah komunikasi, ketemu pun tidak pernah,” ujar Frits, Senin (21/9/2026).

Menurut Frits, penilaiannya terhadap Solikhin lebih didasarkan pada informasi mengenai rekam jejak dan kinerjanya selama menjalankan tugas sebagai Kepala Bapenda Kota Bekasi.

“Tapi saya melihat dia salah satu kandidat calon Sekda Kota Bekasi yang kuat secara intelektual dan integritasnya bagus. Selama menjabat Kepala Bapenda, dia sudah mencegah kebocoran APBD dengan berbagai kebijakan,” katanya.

Solikhin tercatat sebagai salah satu dari empat kandidat yang dinyatakan lolos tahapan administrasi dan rekam jejak. Tiga kandidat lainnya yakni Arief Maulana, Dede Tito Ismanto, dan Dinar Faizal Badar.

Frits mengatakan, isu nepotisme merupakan bagian dari semangat reformasi yang harus tetap menjadi perhatian. Namun, menurutnya, hubungan kekerabatan tidak secara otomatis dapat disamakan dengan praktik nepotisme.

Ia menilai aspek yang lebih penting dalam proses seleksi adalah mekanisme yang transparan serta penilaian berdasarkan kompetensi, integritas dan rekam jejak masing-masing kandidat.

“Nepotisme itu memang tuntutan reformasi yang harus kita lawan, tapi jangan sampai isu nepotisme ini malah menutup peluang orang untuk berkarir kalau kinerja dan dedikasinya memang bagus,” tegasnya.

Menurut Frits, apabila terdapat hubungan keluarga antara seorang kandidat dengan kepala daerah, kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian dalam aspek transparansi dan pengawasan proses seleksi.

Frits juga menekankan pentingnya penerapan prinsip merit dalam proses pemilihan Sekda Kota Bekasi. Ia berharap seluruh kandidat memperoleh kesempatan yang sama untuk dinilai berdasarkan kemampuan dan rekam jejak masing-masing.

“Jangan sampai reformasi yang kita perjuangkan untuk melawan nepotisme justru membunuh karier orang yang memang berprestasi hanya karena dia punya ikatan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses seleksi tidak semata-mata harus dilihat dari latar belakang hubungan personal kandidat, tetapi juga dari kemampuan dan kontribusinya selama menjalankan tugas pemerintahan.

“Yang kita butuhkan bukan sekadar siapa yang punya hubungan dengan siapa, tetapi siapa yang benar-benar mampu bekerja dan memberikan manfaat bagi Kota Bekasi,” pungkas Frits. (Ben)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

Darfindo Nikko

Darfindo Nikko - Wartawan dan Redaktur di BacainD.com yang berfokus pada liputan wilayah Bekasi Raya dan sekitarnya, mencakup isu pemerintahan, infrastruktur, hingga dinamika sosial masyarakat. Berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan relevan bagi warga Bekasi dan pembaca setia BacainD.com.