PASURUAN, BacainD.com – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh pelajar dari Kabupaten Pasuruan. Ahmad Novan Saputra, seorang siswa Kelas X jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) di SMK Yapenas Gempol, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang kompetisi aeromodelling bergengsi tingkat regional.
Perlombaan yang diikuti oleh Novan bukanlah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), melainkan kegiatan lomba Fun Fly F3K se-Jawa Timur yang diselenggarakan di Kota Batu. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil mengungguli para peserta lain yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk kompetitor tangguh dari Kota Blitar dan Malang.
Saat diwawancarai mengenai pengalamannya, Ahmad Novan Saputra menceritakan bahwa dunia aeromodelling memiliki banyak kategori, mulai dari Control Line (tali), RC, Free Flight, hingga Drone Race. Pada ajang Fun Fly di Kota Batu.
Ia turun dan berhasil mengamankan podium tertinggi di kategori F3K. Novan membeberkan bahwa pesawat yang digunakannya saat bertanding merupakan milik pelatihnya yang dibeli melalui marketplace.
Menurutnya, untuk mendalami hobi ini, pesawat bisa dibuat sendiri maupun dibeli langsung. Ia juga menceritakan tantangan terbesar yang dihadapinya saat berada di lapangan pertandingan.
“Kalau dari sendiri tidak ada, tapi kemarin pas lomba itu kesulitan saya di angin terlalu kencang mas. jadi pesawat itu pas di atas itu ketekanan angin,” ungkap Novan menjelaskan kendala teknis yang sempat dihadapinya di udara akibat faktor cuaca.
Lebih lanjut, ia membagikan tips mengenai lahan yang ideal untuk menerbangkan pesawat aeromodelling. Menurutnya, lahan kecil bisa digunakan untuk pesawat yang berukuran kecil. Namun, untuk pesawat dengan ukuran besar seperti yang memiliki bentang sayap mencapai 1,5 meter untuk bermanuver, ruang terbuka sangatlah direkomendasikan.
“Di lahan kecil juga bisa buat pesawat yang kecil-kecil. Kalau pesawat besar kayak di belakang saya ini pakai, kalau rekomendasi dari saya pakai lahan yang terbuka. Kesulitannya enggak ada. Kalau buat anu yang sulit, pakai buat manuver,” tambah siswa kelas X TJKT tersebut.
Keberhasilan Novan ini tidak lepas dari perhatian dan dukungan penuh pihak sekolah. SMK Yayasan Pendidikan Nasional (Yapenas) Gempol, yang berlokasi di Jalan Stadion Kejapanan, Desa Japanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menempatkan aeromodelling sebagai salah satu program unggulan mereka.
Kepala SMK Yapenas Gempol, Kurnia Maya Sari, menyatakan rasa bangganya atas capaian sang anak didik. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah selalu berkomitmen penuh untuk mendorong potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
“Pihak sekolah sangat mendukung sekali karena ini merupakan salah satu ekstrakurikuler favorit di SMK YAPENAS Gempol. Kita berikan banyak dukungan kepada anak-anak yang berprestasi karena ini menjadi salah satu kebanggan untuk anak-anak berprestasi di bidang non-akademik, nantinya bisa dilanjutkan kalau misalkan mereka mau kuliah itu bisa menjadi salah satu privilege untuk masuk di jalur prestasi,” kata Kurnia Maya Sari.
Ia menambahkan bahwa, SMK Yapenas Gempol menyediakan beragam wadah kreativitas melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti aeromodelling, tari, pramuka, Mobile Legends, hingga jurnalistik. Di antara seluruh pilihan tersebut, bidang aeromodelling dan jurnalistik menjadi dua program yang paling menonjol saat ini.
Sebagai bentuk keseriusan dalam memfasilitasi bakat siswa, pihak sekolah memastikan bahwa seluruh akomodasi dan kebutuhan perlombaan akan ditanggung sepenuhnya oleh manajemen sekolah agar siswa dapat fokus berkompetisi meningkatkan keahlian mereka.
“Kami dari sekolah memberikan dukungan penuh seperti misalkan fasilitas untuk anak-anak, ketika mereka mau lomba di bidang masing-masing. Itu seperti biaya untuk perlombaan dan lain-lain semuanya di-handle oleh sekolah. Jadi anak-anak fokus untuk upgrade ekstrakurikuler mereka atau upgrade di bidang masing-masing,” tambahnya.
Selain dukungan finansial dan fasilitas, SMK Yapenas Gempol juga menerapkan kebijakan khusus berupa pemetaan kelas demi menjaga kesinambungan antara prestasi minat bakat dengan kegiatan belajar mengajar formal di sekolah.
“Kalau untuk privilege sendiri, anak-anak ini biasanya kalau mereka yang sudah berprestasi, kita mapping. Jadi ada kelas minat bakat khusus untuk anak-anak yang punya prestasi di bidang akademik maupun di non-akademik,” pungkas Maya. (BM)





