Bekasi, BacainD.com – Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (28/4/2026) malam.

Kereta api jarak jauh KA Agro Bromo Anggrek (4) dilaporkan menabrak rangkaian KA Commuter Line tujuan Cikarang (5568A).

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi menerima laporan dari warga dan segera mengerahkan armada menuju lokasi kejadian.

Tim berangkat pada pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 21.15 WIB untuk melakukan penanganan awal.

Proses penanganan melibatkan unsur gabungan, di antaranya Damkarmat Kota Bekasi, Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis.

Evakuasi korban dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan seluruh pihak di lapangan.

Berdasarkan data sementara, korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit. Sebanyak 59 orang dibawa ke RSUD dengan 8 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Selain itu, 12 korban dirawat di RS Bella, 8 orang di Mitra Timur, serta masing-masing 1 orang di RS Mekarsari dan RS Bakti Kartini.

Komandan Kompi A Damkarmat Kota Bekasi, Hendrik, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan kejadian.

“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dan langsung mengerahkan armada serta personel ke lokasi kejadian,” ujarnya.

Ia menambahkan, setibanya di lokasi, tim segera melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan unsur gabungan.

“Tim berangkat pukul 21.00 WIB dan tiba sekitar pukul 21.15 WIB, kemudian langsung melakukan penanganan awal serta berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dan tim medis untuk mempercepat evakuasi korban,” katanya.

Menurut Hendrik, fokus utama penanganan adalah penyelamatan korban dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

“Fokus kami adalah mengevakuasi korban secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan korban,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa korban yang berhasil dievakuasi langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Hingga saat ini, proses evakuasi dan pendataan korban masih terus berlangsung di lokasi kejadian,” katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area kejadian agar tidak menghambat proses evakuasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi agar proses evakuasi berjalan lancar,” ujar Hendrik.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan masih berlangsung. Pihak berwenang juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. (Nikko)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: