KARAWANG, BacainD.com – Diduga menjadi korban penganiayaan oleh kekasih ibunya, seorang balita berusia 17 bulan berinisial TP, warga Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia secara tidak wajar dengan kondisi tubuh dipenuhi luka lebam.
Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Ayah korban mengaku sempat melakukan panggilan video dengan anaknya pada Rabu (15/4/2026) pagi. Saat itu, korban terlihat dalam kondisi sehat dan ceria.
Namun, pada sore harinya, keluarga menerima kabar bahwa korban dalam kondisi kritis di sebuah klinik dan harus dirujuk ke rumah sakit.
Nahas, balita tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Pagi masih segar, masih main pas video call. Tiba-tiba sore dikabari kritis. Pas dilihat, badannya sudah biru-biru semua,” ujar Komalasari, ibu sambung korban, Kamis (16/4/2026).
Kejadian ini menggegerkan warga Dusun III Kobak Dawa, Desa Pejaten, Kecamatan Cilebar.
Berdasarkan keterangan warga, sebelum kejadian, korban sempat dijemput oleh kekasih ibunya dengan alasan diajak bermain.
Sementara itu, ibu kandung korban tetap berada di rumah kontrakan.
Tak lama berselang, pria tersebut justru mengabarkan bahwa korban dalam kondisi kritis di klinik.
“Waktu itu katanya mau diajak main sebentar sama pacar ibunya. Ibunya di rumah saja bersih-bersih. Eh, sorenya malah dikabari sudah kritis di klinik,” ujar Taswi, tetangga korban.
Keluarga menilai kematian korban janggal. Luka memar yang ditemukan di bagian wajah dan tubuh menguatkan dugaan adanya kekerasan fisik.
Komalasari menyebut sejumlah luka terlihat di tubuh korban, di antaranya di bagian dahi, rahang kanan, dada, dan paha. Ia juga menduga adanya bekas cubitan dan gigitan.
“Kayak bekas cubitan, rahang sebelah kanan itu bekas gigitan, dada entahlah apa, sama yang di paha,” katanya.
Ia mengaku telah menanyakan kondisi tersebut kepada ibu kandung korban, namun tidak mendapat jawaban pasti.
“Sampai almarhum dibawa pulang, ditanya juga jawabannya tidak tahu,” ujarnya.
Keterangan serupa disampaikan Taswi yang mengaku kerap melihat luka di tubuh korban setiap kali dibawa oleh kekasih ibunya. Luka tersebut disebut berupa memar hingga diduga bekas gigitan.
“Ngomongnya sok ragrag. Piraku ragrag kos tapak huntu tea kos tapak digegel. (Bilangnya suka jatuh. Masa jatuh kaya bekas gigi kaya bekas digigit),” kata Taswi.
Hal senada diungkapkan Rosmiati, anak pemilik kontrakan. Ia menyebut korban kerap diajak ke bengkel tempat kekasih ibunya bekerja.
Pada hari kejadian, korban juga dijemput untuk diajak bermain sebelum akhirnya dibawa ke klinik.
“Banyak luka, pipi seperti bekas gigitan, dahi biru. Katanya juga keluar cairan dari mulut,” ujarnya.
Berdasarkan informasi warga, kekasih ibu korban diketahui berasal dari Kabupaten Bekasi dan kini tengah dicari.
Keluarga telah melaporkan kasus dugaan penganiayaan ini ke Polres Karawang untuk dilakukan autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan saat dikonfirmasi mengaku masih melakukan pengecekan terkait laporan tersebut. (Ded)






