PASURUAN, BacainD.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menunjukkan performa gemilang sepanjang tahun anggaran 2025. Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan pada Senin, 30 Maret 2026.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Samsul Hidayat, dan dihadiri oleh Bupati M. Rusdi Sutejo ini memaparkan potret keberhasilan pembangunan yang inklusif serta tata kelola pemerintahan yang semakin solid.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan memberikan apresiasi tinggi atas rapor hijau yang diraih eksekutif. Selain penghargaan di bidang lingkungan (Adiwiyata) dan inovasi daerah dari Kemendagri, keberhasilan menjaga integritas keuangan menjadi sorotan utama.

“Pencapaian yang sangat krusial yakni keberhasilan menjaga opini Wajar Tanpa Pengecualian hingga tahun ke-12 secara terus-menerus,” ujar Samsul di hadapan forum yang dihadiri unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat tersebut.

Samsul meyakini bahwa harmoni antara legislatif, pemerintah daerah, dan partisipasi warga adalah kunci di balik stabilitas prestasi ini.

Bupati M. Rusdi Sutejo dalam nota pengantarnya merincikan peningkatan indikator kesejahteraan masyarakat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025. Ekonomi Pasuruan tercatat melaju positif, didorong oleh penguatan potensi lokal dan digitalisasi birokrasi.

Berikut adalah ringkasan capaian makro Kabupaten Pasuruan:

  • Pertumbuhan Ekonomi: Meningkat menjadi 5,66% (naik 0,32% dari tahun sebelumnya).
  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Mencapai 73,02%.
  • Angka Kemiskinan: Berhasil ditekan turun ke angka 8,21%.
  • Umur Harapan Hidup: Masyarakat kini mencapai rata-rata 74,81 tahun.

“Arah kebijakan kita di tahun 2025 memang dikonsentrasikan pada penguatan sumber daya manusia serta memacu daya saing wilayah demi mendukung perubahan ekonomi yang bisa dirasakan semua lapisan,” tutur Rusdi dalam pidatonya.

Meski mencetak banyak keberhasilan, pemerintah daerah tetap bersikap terbuka terhadap tantangan yang ada. Bupati Rusdi menyoroti sektor pendidikan, khususnya rata-rata lama sekolah, sebagai fokus perbaikan ke depan.

“Data mengenai durasi sekolah masyarakat kita saat ini masih di angka 7,47 tahun, dan hal ini tetap menjadi agenda besar yang harus kita tuntaskan bersama dalam pembangunan bidang pendidikan,” jelasnya.

Rapat paripurna ini akan berlanjut ke tahap pembahasan oleh komisi-komisi DPRD guna menghasilkan rekomendasi strategis demi pembangunan Kabupaten Pasuruan yang lebih hebat di masa mendatang. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: