PASURUAN, BacainD.com – Peredaran narkotika Jenis Sabu kembali menjadi momok di kalangan orang tua di wilayah Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan menemukan sejumlah puluhan pelajar di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terdeteksi positif mengonsumsi narkotika.
Temuan ini berawal dari aksi skrining acak yang menyasar berbagai SMK di wilayah tersebut. Dari sekian banyak sampel yang diperiksa, hasilnya menunjukkan angka yang cukup untuk membuat para orang tua mengelus dada.
Kepala BNNK Pasuruan, Masduki, membeberkan bahwa pihaknya mengambil sampel dari sekitar 60 siswa secara acak di tiap instansi pendidikan. Tak disangka, grafik penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja ini ternyata sangat signifikan.
”Melalui operasi skrining ini, kami mendapati setidaknya 35 murid dinyatakan positif narkotika. Dominasi memang ada pada siswa pria, tapi kami juga menemukan siswi perempuan yang ikut terpapar,” jelas Masduki pada Jumat, 6 Maret 2026.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Masduki menyebut temuan ini hanyalah bagian kecil dari masalah yang lebih besar. Mengingat pemeriksaan baru dilakukan di level SMK, ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) masih belum dilakukan pemeriksaan.
Berdasarkan investigasi lapangan oleh petugas, rata-rata para remaja ini terperosok ke dunia hitam narkoba karena dua hal utama, rasa penasaran dan pergaulan. Teman sebaya dianggap menjadi jembatan utama masuknya sabu ke kehidupan mereka.
Meski temuan ini tergolong berat, pihak BNNK memutuskan untuk tidak memidanakan para siswa tersebut. Pihaknya kini fokus dialihkan pada, Rehabilitasi Medis dan Pendampingan Psikologis.
Masduki mengingatkan bahwa BNNK tidak bisa menjadi “pemadam kebakaran” sendirian. Ia menuntut adanya sinergi nyata antara pihak sekolah dan pengawasan ketat dari orang tua.
”Kita harus memperketat benteng pencegahan. Sangat penting bagi sekolah dan keluarga untuk lebih sensitif melihat jika ada yang tidak beres dengan perilaku anak. Sosialisasi bahaya narkoba jangan cuma jadi seremoni belaka, tapi harus masuk ke dalam sanubari mereka,” pungkasnya. (BM)






