BEKASI, BacainD.com – Perebutan kursi Direktur Bidang Teknik Perumda Tirta Patriot memasuki fase penentuan.
Seleksi telah mengerucut menjadi tiga nama, sementara keputusan akhir kini berada di tangan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Di tengah penantian itu, DPRD Kota Bekasi mengingatkan agar proses penentuan tidak hanya menjadi formalitas administratif.
Jabatan Direktur Teknik dinilai terlalu strategis jika diputuskan tanpa mengedepankan transparansi, profesionalitas, dan kepentingan masyarakat sebagai pelanggan layanan air bersih.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, menegaskan bahwa Direktur Bidang Teknik memegang peran sentral dalam menentukan kualitas pelayanan Perumda Tirta Patriot.
Mulai dari distribusi air bersih, pembangunan jaringan perpipaan, pemeliharaan infrastruktur, hingga penyusunan rencana bisnis dan anggaran berada di bawah tanggung jawab direktur teknik.
“Proses seleksi harus mengedepankan asas transparansi dan profesionalitas. Direktur Bidang Teknik adalah jabatan yang sangat krusial. Tugasnya mencakup pengelolaan operasional distribusi, perencanaan dan pembangunan infrastruktur, pemeliharaan serta perbaikan, penyusunan rencana bisnis dan anggaran, hingga pelayanan kepada pelanggan,” ujar Alit.
Menurut politisi PKB tersebut, Komisi III DPRD perlu dilibatkan sebagai bagian dari fungsi pengawasan agar proses seleksi berjalan terbuka dan menghasilkan figur yang benar-benar memiliki kapasitas.
“Pemerintah Kota Bekasi harus melibatkan Komisi III DPRD sebagai bentuk transparansi dalam proses pemilihan. Dengan begitu, kami dapat memberikan masukan dan saran kepada para calon yang nantinya akan menduduki kursi Direktur Bidang Teknik Perumda Tirta Patriot periode 2026–2031,” katanya.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa DPRD tidak ingin proses pemilihan pejabat strategis di perusahaan daerah tersebut meninggalkan ruang bagi munculnya spekulasi ataupun polemik di kemudian hari.
Tiga Kandidat dengan Rekam Jejak Berbeda
Tiga nama kini bersaing menuju kursi Direktur Bidang Teknik. Masing-masing datang dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda.
Bahrul Alam merupakan figur internal Perumda Tirta Patriot yang saat ini menjabat Manajer Investasi, Pengembangan, dan Manajemen Risiko. Pengalamannya di dalam perusahaan membuatnya dinilai memahami kondisi teknis maupun kebutuhan pengembangan perusahaan. Pada 2025, Bahrul juga sempat menembus tiga besar seleksi Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, meski belum berhasil terpilih.
Irwan Indriyanto dikenal memiliki pengalaman di bidang manajemen. Selain itu, ia pernah maju sebagai calon anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pemilu 2019 di daerah pemilihan Rawalumbu, Bantargebang, dan Mustikajaya.
Sementara Edwarsyah menjadi satu-satunya kandidat yang berasal dari luar Kota Bekasi. Ia pernah menjabat Direktur Operasional PT Air Minum Bandarmasih, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada periode 2023–2025. Pengalaman memimpin perusahaan air minum di daerah lain menjadi modal yang dibawanya dalam seleksi kali ini.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada keputusan Wali Kota Bekasi. Siapa pun yang dipilih tidak hanya akan memimpin sektor teknis perusahaan air minum milik daerah, tetapi juga memikul tanggung jawab besar untuk menjawab persoalan pelayanan air bersih yang selama ini masih menjadi sorotan masyarakat.
Keputusan itu sekaligus akan menjadi ujian bagi komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menghadirkan proses seleksi yang terbuka, objektif, dan bebas dari kepentingan di luar kompetensi. (Frm)






