BEKASI, BacainD.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi saat ini tengah menerapkan inovasi baru dalam mengatur pola kerja ASN di lingkungan Pemkot Bekasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bekasi diwajibkan menggunakan Bahasa inggris dalam setiap rapat virtual selama pelaksanaan Work From Home (WFH) berlangsung.

Dalam keberlangsungannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto akan melibatkan civitas akademika dalam penerapan kebijakan penggunaan bahasa Inggris saat rapat virtual atau live Zoom meeting bagi ASN selama pelaksanaan WFH.

Tri mengatakan, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat membantu proses penilaian sekaligus menyamakan pemahaman di kalangan kepala dinas.

“Hari ini kami sudah minta, kalau universitas siap, mereka yang akan menjadi juri dan nanti akan kami nilai,” ujar Tri saat ditemui media di kawasan Pemerintah Kota Bekasi Kamis (16/4/2026).

Secara teknis, setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memastikan seluruh jajaran hingga staf siap mengikuti kebijakan tersebut.

Selain itu, ASN diwajibkan melaporkan progres pekerjaan secara berkala pada pagi, siang, dan sore hari. Pimpinan akan memberikan arahan, evaluasi, serta target kerja harian.

“Sehingga nanti berkorelasi dengan output pada sore hari. Kami ingin melihat kesesuaian antara perintah dan pelaksanaan. Sekarang kami coba perintahnya menggunakan bahasa Inggris, one day English,” jelasnya.

Tri menegaskan, penerapan bahasa Inggris dalam komunikasi kerja tidak sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian dari sistem evaluasi kinerja yang terukur.

Pengawasan kebijakan ini dilakukan secara berjenjang, mulai dari kepala dinas hingga asisten daerah (Asda).

ASN juga diminta merekam seluruh aktivitas rapat sebagai bahan evaluasi.

“Mereka harus merekam, dan rekaman itu diserahkan ke masing-masing Asda, karena yang mengawasi ada di bawah kepala dinas,” katanya.

Tri berharap kebijakan tersebut mampu menciptakan standar pemahaman yang sama di seluruh OPD, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi ASN secara merata.

Menurutnya, program “One Day English” menjadi bagian dari transformasi budaya kerja di lingkungan Pemkot Bekasi agar lebih adaptif dan siap menghadapi tantangan global. (Ths)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: