PASURUAN, BacainD.com – Aksi teror pelemparan bom ikan atau bondet kembali meresahkan warga Kabupaten Pasuruan. Kali ini, rumah seorang petani bernama Soleh (57), di Dusun Sumber Telur, Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, menjadi sasaran orang tidak dikenal pada Rabu (08/04/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, korban bersama keluarganya sedang bersantai di ruang tengah sambil menonton televisi. Keheningan malam mendadak pecah ketika seseorang tidak dikenal mengetuk pintu rumah korban.
Naas, saat korban hendak beranjak untuk membuka pintu, pelaku langsung melemparkan bondet ke arah rumah. Ledakan keras terjadi sebanyak dua kali yang mengakibatkan kaca jendela hancur berantakan dan atap rumah mengalami kerusakan. Serpihan kaca yang terpental akibat ledakan juga mengenai dan melukai korban.
Kapolsek Winongan, AKP Nanang Abidin, membenarkan adanya laporan insiden tersebut. Pihak kepolisian sudah mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat dan sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kami sudah mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di lapangan. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif serta identitas pelaku pelemparan,” ucap Nanang, Kamis (09/04/2026).
Nanang menjelaskan, hasil dari olah TKP pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa kepingan pecahan kaca dan sisa sobekan kertas yang diduga pembungkus bondet, “Dari TKP kami mengamankan sisa kertas ledakan dari bom ikan atau bondet,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan saksi, pelaku langsung melarikan diri sesaat setelah melancarkan aksinya di tengah kegelapan malam.
Pasca kejadian, korban Soleh memilih untuk sementara waktu mengungsi ke rumah orang tuanya di wiliyah Wonorejo.
“Korban kini sudah berada di rumah orang tuanya di Desa Rebono, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, untuk menenangkan diri dan memulihkan luka serta trauma yang dialami oleh keluarganya akibat aksi teror itu,” pungkasnya. (BM)





