PASURUAN, BacainD.com — Progib DPW Jawa Timur memberikan perhatian khusus terhadap pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pasuruan. Pihaknya mendesak adanya forum diskusi terbuka bersama para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi menjamin keterbukaan serta keselamatan pelaksanaan program milik pemerintah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Masroni, Wakil Ketua 3 DPW Progib Jatim, saat menghadiri agenda “Ngopi Santai Ormas, LSM dan Media” yang berlangsung di Resto Ayam Kirana, Desa Kertosari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (12/9/2026) kemarin.
Masroni menyampaikan bahwa, elemen masyarakat sipil seperti ormas, LSM, dan insan pers memiliki hak penuh dalam memantau alokasi dana negara, sehingga upaya pengawasan tidak boleh diintervensi oleh pihak mana pun.
“Semua elemen masyarakat punya kewajiban untuk melakukan pengawasan. Tidak perlu gentar sebab masyarakat berhak memantau penggunaan dana negara,” ucap Masroni usai ngopi bareng bersama LSM dan Media.
Ia menjelaskan, bahwa urgensi pengawasan MBG kian meningkat seiring ditemukannya dugaan insiden keracunan hidangan. Forum audiensi dianggap menjadi langkah tepat agar kendala yang ada dapat diselesaikan secara lugas bersama jajaran SPPG.
“Langkah ini sebagai wujud kontrol sosial masyarakat, bukan bentuk penghambatan terhadap kebijakan yang ada. Bahkan, hasil diskusi saat ini akan disampaikan langsung ke Gubernur Jawa Timur dan Bupati Pasuruan,” jelasnya.
Di samping isu MBG, Masroni juga menyinggung dinamika terkait Sound Horeg. Ia mengimbau pihak pemerintah, komunitas, maupun para pelaku usaha Sound Horeg untuk saling berkoordinasi guna merumuskan jalan keluar bersama.
“Pemerintah dan para pelaku bisnis Sound Horeg harus berdialog langsung untuk menemukan titik terang,” kata Masroni.
Pada kesempatan yang sama, Pembina Progib Jatim, Aven Januar mengatakan bahwa, komitmen mendukung Presiden Prabowo bukan alasan untuk menutup mata dari berbagai kelemahan sistemik. Masukan kritis dinilai tetap krusial demi menjaga roda pemerintahan berjalan di jalur yang benar.
“Sikap mendukung pemerintah tidak memadamkan daya kritis kita. Berbagai masukan solutif sudah berkali-kali kami layangkan,” kata Aven.
Aven menambahkan bahwa, Progib juga terus mengawal pemberdayaan sektor UMKM di berbagai wilayah Jawa Timur, seperti Kediri, Trenggalek, Probolinggo, hingga Jember, sebagai wujud kontribusi nyata pada perekonomian warga.
“Selain daerah itu, kami sangat mendukung UMKM di Kabupaten Pasuruan untuk terus mendongkrak agar perekonomian warga terus meningkat,” tambahnya. (BM)






