BEKASI, BacainD.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Jawa Barat, termasuk wilayah Bekasi dan Karawang, masuk dalam daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Dalam pembaruan prakiraan cuaca BMKG, kondisi atmosfer dipengaruhi oleh keberadaan beberapa sistem siklon tropis dan bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Salah satunya adalah Siklon Tropis Noken yang diprediksi berada di wilayah laut Filipina utara Maluku Utara.
Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, siklon ini diprakirakan tetap bertahan pada kategori 1 dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum 998 hektopascal, serta bergerak ke arah barat hingga barat laut menjauhi wilayah Indonesia.
Meski bergerak menjauh, Siklon Tropis Noken menyebabkan peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah laut Filipina utara Maluku Utara.
Sistem ini juga membentuk daerah pertemuan angin atau konfluensi serta perlambatan angin atau konvergensi di sekitar Laut Sulawesi, Gorontalo, dan Sulawesi Utara.
Selain itu, BMKG memantau Bibit Siklon Tropis 96S yang diprediksi berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot.
Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, intensitas sistem diprakirakan menurun secara perlahan yang ditandai dengan pola sirkulasi yang mulai melemah serta penurunan kecepatan angin menjadi sekitar 15 hingga 20 knot.
Potensi bibit siklon ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan berada pada kategori rendah.
Bibit Siklon Tropis 96S tetap menyebabkan peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, serta membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di sekitar sistem tersebut.
BMKG juga mencatat keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di wilayah pesisir utara Australia sebelah selatan Teluk Karpentaria.
Sistem ini menunjukkan peningkatan kecepatan angin lebih dari 20 knot dan bergerak cenderung stasioner ke arah barat.
Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, bibit siklon ini diprakirakan melemah selama masih berada di daratan, namun berpotensi kembali menguat jika memasuki wilayah perairan barat laut Australia. Potensi perkembangannya menjadi siklon tropis berada pada kategori rendah.
Selain sistem tersebut, sirkulasi siklonik juga terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu yang membentuk daerah konvergensi di Samudra Hindia barat daya Sumatera dan sekitarnya.
Kombinasi berbagai dinamika atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis, bibit siklon tropis, sirkulasi siklonik, serta sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi.
BMKG menegaskan bahwa kondisi tersebut menyebabkan potensi cuaca yang cukup signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kesiapsiagaan perlu ditingkatkan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, dan Papua Pegunungan.
Untuk wilayah Jawa Barat, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Bandung.
Sementara itu, secara umum cuaca di sebagian besar wilayah Jawa diprakirakan mengalami hujan ringan.
Dengan Jawa Barat termasuk dalam wilayah berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat, masyarakat di Bekasi dan Karawang diimbau untuk mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG dan media sosial resmi guna mengantisipasi dampak cuaca signifikan.
Sumber: BMKG






