Bekasi, BacainD.com – Seorang mahasiswi Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) berinisial A diduga menjadi korban penipuan berkedok penyewaan rumah kos murah yang diiklankan melalui media sosial.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian setelah mentransfer sejumlah uang muka (DP) kepada pihak yang mengaku sebagai pemilik kos.

Peristiwa itu bermula ketika korban yang merupakan mahasiswi Jurusan Teknik Kimia UNSIKA tengah mencari tempat tinggal baru dengan biaya yang lebih terjangkau.

Menurut pengakuannya, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu alasan dirinya mencari kos dengan harga lebih murah.

Korban mengaku menemukan informasi kos melalui media sosial yang menawarkan tarif terjangkau dengan lokasi strategis di sekitar kampus.

Setelah itu, komunikasi berlanjut melalui aplikasi WhatsApp dengan seseorang yang mengatasnamakan diri sebagai pemilik kos.

Dalam percakapan tersebut, terduga pelaku disebut meyakinkan korban agar segera melakukan pembayaran uang muka dengan alasan kamar kos sedang diminati calon penyewa lain.

Korban kemudian melakukan transfer uang muka sebanyak dua kali dari rekening miliknya ke rekening bank digital yang diberikan oleh terduga pelaku.

Namun, setelah pembayaran dilakukan, korban mulai merasa curiga lantaran permintaannya untuk memperoleh alamat lengkap maupun titik lokasi kos tidak mendapatkan respons yang jelas.

Saat mencoba kembali menghubungi nomor tersebut, komunikasi terputus dan nomor korban diduga telah diblokir oleh pihak yang bersangkutan.

Korban A saat dikonfirmasi membenarkan kronologi kejadian tersebut. Ia mengaku merasa terpukul atas kejadian yang dialaminya, terlebih niat awal mencari kos murah bertujuan untuk mengurangi beban ekonomi keluarga.

“Saya cari kos yang lebih murah karena ingin meringankan beban orang tua. Awalnya saya percaya karena terlihat meyakinkan, bahkan saya diminta cepat transfer karena katanya ada orang lain yang juga ingin kamar itu. Setelah uang dikirim, saya minta alamat lengkap tapi sudah tidak direspons,” ujar A kepada BacainD.com, Selasa (19/5/2026).

Korban berharap kejadian serupa tidak dialami mahasiswa lain, khususnya mahasiswa perantau yang sedang mencari tempat tinggal di sekitar lingkungan kampus.

“Saya berharap tidak ada lagi yang tertipu seperti saya. Sebelum transfer sebaiknya cek lokasi langsung atau pastikan benar-benar terpercaya,” tambahnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya mahasiswa, agar lebih berhati-hati terhadap penawaran sewa kos di media sosial.

Warga diimbau melakukan verifikasi lokasi, identitas pemilik, serta menghindari transfer uang sebelum memastikan keberadaan properti yang ditawarkan.(Mr.D)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

Kusnadi Ts

Dewan Redaksi BacainD.com