BEKASI, BacainD.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadiri kegiatan doa bersama untuk para korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur.

Kegiatan ini menjadi momen refleksi sekaligus ungkapan duka atas peristiwa yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Dalam kesempatan tersebut, Tri menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan pemerintah hadir dalam penanganan pascakejadian.

“Sebagai kepala daerah, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan haknya, baik santunan bagi ahli waris maupun penanganan maksimal bagi korban yang sedang dirawat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, mulai dari Presiden RI, menteri koordinator, hingga Gubernur Jawa Barat yang turut memberikan perhatian dan bantuan kepada para korban.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kota Bekasi memperketat penjagaan di sejumlah perlintasan sebidang, khususnya di wilayah Bulak Kapal dan Ampera. Pengawasan dilakukan oleh Dinas Perhubungan bersama Satpol PP untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Tri menegaskan, sistem pengamanan perlintasan ke depan perlu beralih dari manual ke sistem elektrikal. Selain itu, kompetensi petugas penjaga pintu perlintasan juga menjadi perhatian.

“Penjagaan pintu kereta tidak bisa sembarangan, harus memiliki kompetensi. Kami akan mengusulkan 22 orang untuk mengikuti pelatihan, dengan kuota awal 16 orang, agar penjagaan lebih profesional,” jelasnya.

Pemkot Bekasi juga berencana menutup sejumlah perlintasan ilegal, termasuk di wilayah Kranji, guna mengurangi risiko kecelakaan.

“Lebih baik masyarakat memutar sedikit daripada menghadapi risiko kecelakaan yang bisa merenggut nyawa,” tegasnya.

Untuk solusi jangka panjang, pembangunan flyover di kawasan Bulak Kapal menjadi salah satu prioritas. Rencana tersebut tengah dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, termasuk terkait pembebasan lahan senilai Rp116 miliar yang ditargetkan rampung pada akhir Mei.

Tri berharap upaya bersama antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan PT KAI dapat meningkatkan keselamatan transportasi di wilayah Bekasi.

“Ini adalah ikhtiar bersama. Semoga ke depan tidak ada lagi kejadian serupa,” tutupnya. (Ths)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

Thanisa Aulia

Thanisa Aulia adalah seorang jurnalis profesional di BacainD.com yang berpengalaman dalam meliput berbagai isu aktual, mulai dari pemerintahan, hukum, hingga sosial kemasyarakatan. Mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan kedalaman informasi dalam setiap tulisan, ia berkomitmen menghadirkan berita yang kredibel, tajam, dan dapat dipercaya oleh publik.