Serang, BacainD.com – Rangkaian Kick Off Hari Pers Nasional (HPN) 2026 resmi dimulai di Alun-Alun Kota Serang, Banten, Minggu (30/11/2025).

Ribuan peserta memadati area kegiatan yang juga dihadiri Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Banten Andra Soni, perwakilan Dewan Pers, serta Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir.

Pembukaan diawali dengan senam line dance dan pelepasan peserta jalan sehat oleh Kapolri dan Gubernur Banten. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PWI Banten dan sejumlah lembaga, seperti Bank Banten, Kopassus, dan PHRI Banten.

1000937871

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa seluruh konstituen Dewan Pers berkomitmen menyukseskan HPN 2026. Ia menyebut tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” dipilih untuk meneguhkan peran strategis media dalam kehidupan publik.

“Tema ini menegaskan bahwa pers yang sehat adalah prasyarat bagi demokrasi yang kuat. Kami ingin media semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus menjaga marwah jurnalisme profesional,” ujar Munir.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Polri terhadap insan pers.

“Kami mengapresiasi komitmen Kapolri dalam menjaga ruang kerja jurnalis. Sinergi ini penting di tengah tantangan informasi yang semakin kompleks,” tambahnya.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan kesiapan penuh daerahnya menjadi tuan rumah puncak peringatan HPN 2026 yang akan digelar pada 9 Februari dan dijadwalkan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.

“Banten siap menyambut tamu dari seluruh Indonesia. Penyelenggaraan HPN akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama sektor pariwisata dan industri kreatif,” kata Andra.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya peran pers di era digital yang sarat misinformasi dan fenomena citizen journalism yang tidak selalu terverifikasi.

1000937841

“Di tengah banjir informasi, media arus utama harus menjadi rujukan yang kredibel. Publik membutuhkan penyaring yang mampu menjernihkan berbagai isu yang beredar,” ujar Kapolri.

Ia juga memastikan bahwa Polri berkomitmen menjaga keamanan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

“Kami memastikan keselamatan rekan-rekan jurnalis di lapangan menjadi perhatian. Kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab bersama menjaga stabilitas sosial,” tegasnya.

(Nikko)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: