Makassar, BacainD.com – Humas Relawan 76 Makassar, Taufik Hidayat, menilai seorang anggota kepolisian berinisial IPTU N sebagai sosok polisi berprestasi yang memiliki rekam jejak baik selama bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Makassar.
Menurut Taufik, peristiwa yang saat ini menimpa IPTU N merupakan musibah yang terjadi ketika yang bersangkutan sedang menjalankan tugas pengamanan kamtibmas berdasarkan pengaduan masyarakat.
“Ia adalah polisi yang selama ini dikenal mampu menjaga kamtibmas di Kota Makassar. Karena itu, rekam jejak dan pengabdiannya patut menjadi pertimbangan bagi pimpinan kepolisian, baik Kapolrestabes Makassar maupun Kapolda Sulawesi Selatan dalam melihat peristiwa yang sedang dialaminya,” ujar Taufik dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Taufik menjelaskan, selama bertugas sebagai anggota kepolisian, IPTU N dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab dan memiliki dedikasi tinggi terhadap tugasnya.
Ia juga disebut pernah mengungkap sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik.
Salah satu keberhasilan yang disoroti adalah saat IPTU N berhasil mengungkap kasus penculikan anak dan menyelamatkan seorang bocah bernama Bilqis yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti nyata komitmennya dalam melindungi masyarakat.
Terkait peristiwa yang saat ini menjadi sorotan publik, Taufik juga menyinggung hasil investigasi dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Ia menyebut, berdasarkan penjelasan Kompolnas, rekaman video yang lebih jelas tidak menunjukkan adanya posisi membidik sasaran secara langsung.
“Kalau dilihat dari video yang lebih terang, bukan video yang beredar, tidak terlihat posisi membidik objek tertentu. Artinya tidak ada indikasi mengarah ke sasaran secara langsung. Posisi dalam video itu sangat penting untuk memahami rangkaian peristiwa yang sebenarnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan musibah yang tidak diinginkan. Menurutnya, IPTU N selama ini dikenal menjalankan tugas secara profesional sebagai anggota kepolisian, bukan untuk kepentingan pribadi.
Karena itu, Taufik berharap pimpinan Polri, khususnya Kapolda Sulawesi Selatan, dapat mempertimbangkan rekam jejak serta dedikasi IPTU N dalam menjalankan tugas negara.
“Saya percaya IPTU N adalah anggota yang profesional dalam menjalankan tugasnya. Peristiwa ini adalah musibah yang tidak diinginkan. Kami berharap pimpinan Polri dapat mempertimbangkan hal ini secara bijaksana,” tutup Taufik Hidayat. (Arto)






