PASURUAN, BacainD.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara resmi meluncurkan Program Gerakan Bangkit Kembali Belajar atau Gerbang Kembar sebagai langkah strategis mempercepat pembangunan manusia.

Inovasi ini diresmikan langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada Kamis, 12 Februari 2026.

Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kinerja prioritas pembangunan antara Bupati dengan Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi.

Selain OPD terkait, enam camat dari wilayah dengan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) tinggi, yakni Lekok, Kraton, Pasrepan, Kejayan, Wonorejo, dan Nguling, juga turut menandatangani komitmen tersebut.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, bahwa Gerbang Kembar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus diterjemahkan ke dalam target yang jelas dan tanggung jawab spesifik di setiap perangkat daerah. Ia menegaskan pentingnya dampak nyata dari setiap program yang dijalankan oleh jajaran pemerintah daerah.

“Setiap target harus memiliki angka. Setiap program harus berdampak dan setiap OPD harus ada kontribusi nyata. Karena pada akhirnya, keberhasilan kita tidak diukur dari banyaknya program, tapi perubahan nyata yang dirasakan masyarakiat Kabupaten Pasuruan,” ujar Rusdi.

Langkah serius ini diambil menyusul data Kemendikdasmen tahun 2026 yang menunjukkan terdapat 19.857 anak tidak sekolah di Kabupaten Pasuruan. Jumlah tersebut mencakup anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah (drop out), maupun lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Rusdi menjelaskan, bahwa puluhan ribu ATS tersebut merupakan faktor penghambat langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayahnya. Oleh karena itu, diperlukan intervensi serius dan kolaborasi lintas sektor untuk menuntaskan permasalahan ini secara terintegrasi.

“Selama masih banyak ATS belum kita tuntaskan, maka peningkatan IPM akan berjalan lambat,” jelasnya.

Melalui Gerbang Kembar, Pemkab Pasuruan berharap muncul komitmen masif untuk menyukseskan program prioritas pembangunan. Penanganan ATS ini diposisikan sebagai strategi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pasuruan melalui jalur pendidikan formal maupun non-formal.

“Intinya mengurangi ATS pada pendidikan formal dan non formal, serta peningkatan peran lembaga terkait mulai BPS, Kemenag, Cabdin, OPD di Pemkab Pasuruan sampai kecamatan, desa, lembaga profesi dan ormas sampai media semuanya berkolaborasi,” tutupnya. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: