PROBOLINGGO, BacainD.com – Langkah konkret untuk memperkuat kualitas dan pengawasan demokrasi di Kabupaten Probolinggo terus digencarkan. Kali ini Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo, resmi menandatangani nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) jangka panjang selama lima tahun ke depan bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya pada Selasa (13/10/2026) siang.

Penandatanganan kerja sama strategis tersebut dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Probolinggo yang bertempat di Jalan MT. Haryono No. 466, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo Yonki Hendriyanto mengatakan bahwa, kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan efektivitas pengawasan demokrasi di wilayah setempat. Jika sebelumnya hubungan Bawaslu dan insan pers hanya sebatas komunikasi verbal, kini diresmikan secara formal agar memberikan dampak serta tindak lanjut yang nyata,

“Hari ini kita melakukan MoU dengan PWI. Jika sebelumnya belum ada MoU dan hanya sebatas komunikasi terkait pemilu maupun pilkada, maka dengan MoU ini ke depan kita bisa lebih bersinergi. Tujuannya tidak sekadar hitam di atas putih, tetapi ada tindaklanjut nyata dari kesepakatan ini,” kata Yonki, Selasa (13/10/2026).

Yonki menjelaskan, meskipun saat ini belum memasuki tahapan pemilu dan sedang berada di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Bawaslu tetap berupaya melakukan persiapan yang matang. Berdasarkan regulasi yang berlaku, tahapan pemilu diproyeksikan baru akan dimulai pada pertengahan tahun 2027.

“Tujuan kami dengan MoU ini adalah agar kita bisa bergandengan tangan mengawal demokrasi untuk tahapan pemilu nanti di 2027. Terkait target khusus, nanti akan kita petakan lebih detail seiring berjalannya waktu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Probolinggo Raya Babul Arifandhie menyampaikan bahwa, kesepakatan dengan penyelenggara pemilu merupakan wujud tanggung jawab moral insan pers sebagai pilar demokrasi dalam memberikan edukasi serta pengawasan sejak dini.

“Pers adalah salah satu pilar demokrasi. Jadi menjadi tanggung jawab moral bagi teman-teman jurnalis yang tergabung dalam PWI Probolinggo Raya untuk ikut memberikan edukasi, menebalkan pemahaman masyarakat, serta mengawal demokrasi sejak dini,” ucap Babul.

“Meskipun tahapan pemilu maupun pilkada belum dimulai, kita ingin memastikan bahwa proses membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas melalui pemberitaan media massa yang objektif dan edukatif itu berlaku di Kabupaten Probolinggo,” imbuhnya.

Terkait skema kerja sama, Babul menegaskan bahwa MoU ini berlaku selama lima tahun, tetapi secara substansi bersifat dinamis dan akan dievaluasi secara berkala minimal satu kali dalam setahun.

“MoU ini berlaku selama lima tahun ke depan. Namun, nantinya akan terus kita evaluasi. Jika ada hal-hal yang perlu diperkuat atau dikembangkan, tentu akan kita perbarui. Jadi tidak statis hanya pada poin MoU hari ini,” tegasnya.

Babul menggarisbawahi bahwa PWI konsisten mengawal pesta demokrasi, salah satunya melalui keberadaan Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) yang merupakan organisasi sayap PWI.

“Demokrasi itu harus sehat dan mencerdaskan, jangan sampai dirusak oleh hoaks yang menyesatkan. Syukur-syukur bisa membantu meningkatkan partisipasi pemilih,” pungkas Babul. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

M. Bahrul Ulum

M. Bahrul Ulum adalah seorang wartawan BacainD.com - M. Bahrul Ulum merupakan Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) resmi yang bertugas di BacainD.com untuk wilayah Jawa Timur.