BEKASI, BacainD.com – Kegiatan penggalian dan pemasangan pipa di Jalan Pangkalan 2, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, mendadak jadi sorotan publik. Pekerjaan tersebut dikeluhkan warga setempat lantaran minimnya transparansi, ketiadaan papan informasi proyek pada awal pengerjaan, hingga masalah pengaturan lalu lintas dan penanganan material tanah galian.

Proyek galian yang diketahui telah berjalan selama tiga hari tersebut sempat mempertanyakan kesiapan administrasi dan penyampaian informasi publik oleh instansi terkait.

Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi membenarkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan proyek di bawah naungannya.

“Iya bang, dari Perkim,” singkatnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (14/10/2026).

Pada hari yang sama, pengawas dari Disperkimtan Kota Bekasi, Rudi, mendatangi lokasi pengerjaan dengan membawa papan informasi kegiatan yang baru saja selesai dicetak.

“Papan informasi ini baru selesai dibuat dan akan segera dipasang di lokasi pengerjaan,” kata Rudi saat memberikan klarifikasi di lokasi galian.

Selain ketiadaan papan proyek di awal pengerjaan, kekeliruan juga ditemukan pada rambu peringatan di lokasi yang tertulis ada pekerjaan galian pipa PDAM. Padahal, pihak Humas PDAM Tirta Patriot sebelumnya menegaskan bahwa pengerjaan tersebut bukan milik instansi mereka.

Menanggapi hal itu, Rudi mengakui adanya kesalahan teknis pada penulisan di papan rambu lalu lintas tersebut.

“Ada kesalahan penulisan pada rambu. Masalah ini akan segera saya teruskan ke pihak pelaksana agar tulisan PDAM diganti atau dicoret,” ujarnya.

Sorotan lain juga timbul terkait potensi kemacetan parah di jalur Jalan Pangkalan 2 yang saban hari dipadati truk pengangkut sampah menuju TPA Sumur Batu serta kendaraan berat industri.

Ketua Pemuda Demokrat PAC Bantar Gebang yang akrab disapa Bang Pa menyoroti potensi kemacetan dan risiko keselamatan bagi masyarakat apabila pengaturan lalu lintas di titik galian sempit tersebut tidak dikelola secara memadai.

Sementara itu, aktivis LSM RI1, Erwin, S.T., mendesak pelaksana kegiatan untuk segera berkoordinasi dengan instansi berwenang.

“Pelaksana kegiatan harus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan maupun pihak kepolisian lalu lintas, terutama karena pekerjaan ini menyebabkan penyempitan jalan dan mengharuskan kendaraan melintas secara bergantian,” tegas Erwin.

Merespons keluhan mengenai rekayasa lalu lintas tersebut, Rudi menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan sosialisasi di tingkat kelurahan dengan mengundang Dinas Perhubungan.

“Jika sampai saat ini belum terlihat pengaturan lalu lintas secara intensif di lokasi, saya akan minta pelaksana kegiatan untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait,” tutur Rudi.

Hingga kini, warga dan pengguna jalan di kawasan Bantar Gebang berharap Disperkimtan Kota Bekasi dan pelaksana proyek dapat bertindak cepat melakukan penataan di lapangan demi menjamin keselamatan, keterbukaan informasi, serta kelancaran arus lalu lintas selama pengerjaan berlangsung. (Suryo ST)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan:

Suryono ST

Suryono ST atau yang lebih akrab disapa dengan sebutan "Ketua Aing" merupakan Pimpinan Perusahaan BacainD.com yang memiliki komitmen kuat dalam membangun media digital yang kredibel dan berintegritas. Berpengalaman dalam pengelolaan media serta pengembangan karya pemberitaan sehingga menjadi sebuah informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat luas.