BEKASI, BacainD.com – Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, terus dikerjakan.
Pemerintah kecamatan dan kelurahan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan perbaikan rumah warga berjalan sesuai rencana.
Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah, S.T., M.M., mengatakan pemantauan dilakukan terhadap sejumlah rumah penerima program, termasuk rumah warga yang sebelumnya mengalami kebocoran.
“Alhamdulillah, kami terus melakukan pemantauan progres pembangunan Rutilahu di kawasan Jatibening Baru. Rumah warga yang sebelumnya mengalami kebocoran kini sedang dalam proses perbaikan melalui kolaborasi antara BKM, kelurahan, dan warga sekitar,” ujar Zainal. Kamis (8/10/2026).
Sementara itu, Lurah Jatibening Baru, Badru Taman, S.E., menyampaikan bahwa monev telah dilakukan di sejumlah lokasi penerima program, di antaranya RW 3, RW 4, RW 9, dan RW 11.
“Dari total 9 unit rumah yang mendapatkan program Rutilahu, kami telah melakukan pemantauan langsung terhadap 4 unit. Kami berharap seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026,” kata Badru.
Untuk sembilan unit rumah tersebut, anggaran yang dialokasikan disebut mencapai Rp180 juta.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat dan pengurus lingkungan turut membantu, baik melalui tenaga, konsumsi bagi pekerja maupun dukungan lainnya.
Badru berharap program tersebut dapat membantu warga memiliki hunian yang lebih aman dan layak.
“Harapannya, secara bertahap tidak ada lagi rumah warga yang rusak atau tidak layak huni, sehingga masyarakat dapat memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak,” ujarnya.
Selain monev Rutilahu, Kecamatan Pondokgede juga melakukan peninjauan Taman Baca sebagai bagian dari persiapan menghadapi Lomba Layak Anak tingkat Kota Bekasi.
Kecamatan Pondokgede juga merencanakan pengembangan lahan fasos/fasum sekitar 2.500 meter persegi di Jatibening Baru secara bertahap menjadi taman interaktif. Rencana fasilitas yang disiapkan meliputi area senam, UMKM, dan tempat bermain anak.
Zainal berharap pengembangan tersebut dapat menambah ruang publik yang nyaman dan edukatif bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
(Nikko)






