BEKASI, BacainD.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program strategis nasional Presiden Republik Indonesia, melalui peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Nangka Tiga Atas RT 02 RW 03, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede. Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono, Dandim 0507/Bekasi atau yang mewakili, Kapolres Metro Kota Bekasi atau yang mewakili, Camat Pondokgede Zainal Abidin Syah, Lurah Jatibening Baru Badru Taman, S.E., Ketua RW 03, Ketua FKRW, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dukungan Kadin Kota Bekasi terhadap program MBG diwujudkan melalui pembentukan Yayasan Garuda Indonesia Emas sebagai payung hukum pelaksanaan, sekaligus pendirian dapur SPPG sebagai sarana penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.
Ketua Kadin Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan respons konkret dunia usaha daerah dalam menyukseskan program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
“Sebagai Ketua Kadin Kota Bekasi, saya merespons Program Makan Bergizi Gratis karena ini merupakan program nasional Presiden yang wajib kita sukseskan bersama. Sesuai mekanisme pelaksanaan, maka dibentuk yayasan sebagai payung hukumnya. Di Kota Bekasi kami membentuk Yayasan Garuda Indonesia Emas,” ujar Qadar.
Ia menegaskan, keterlibatan Kadin tidak hanya sebatas dukungan terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga diharapkan memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung bagi masyarakat.
“Setidaknya ada dua poin utama yang kami dorong. Pertama, dari sisi sosial, program makan bergizi gratis ini adalah program mulia karena memberikan asupan makanan bergizi secara gratis. Kedua, dari sisi ekonomi, program ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Menurut Qadar, setiap dapur SPPG berpotensi menyerap sekitar 50 tenaga kerja yang direkrut dari masyarakat sekitar, mulai dari tenaga dapur, pengolahan bahan makanan, hingga distribusi.
“Kami libatkan warga sekitar agar manfaatnya benar-benar dirasakan. Kebetulan kami juga memiliki mitra yang menyediakan aset rumah tidak terpakai, yang kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi dapur,” ungkapnya.
Qadar mengakui bahwa pelaksanaan program MBG masih membutuhkan penyesuaian karena tergolong baru, sehingga diperlukan koordinasi dan konsolidasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah.
“Program ini masih baru, tentu ada tantangan di awal, baik dari sisi operasional maupun pengalaman pelaksana. Karena itu kami akan terus berkoordinasi dan mengikuti arahan Wali Kota serta pemerintah daerah agar pelaksanaannya lebih tertib dan profesional,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan standar yang ketat, terutama terkait bahan baku dan proses pengolahan makanan, guna menjamin keamanan dan kualitas gizi.
“Sekarang aturan semakin diperketat. Ini penting agar setiap dapur lebih hati-hati, khususnya soal bahan baku dan proses memasak, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Qadar berharap kehadiran Dapur SPPG di Jatibening Baru dapat diterima dengan baik oleh masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial.
“Harapan kami, masyarakat merespons dapur ini secara positif. Kita libatkan masyarakat sekitar, membangun rasa persaudaraan dan solidaritas. Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi program bersama,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Qadar juga menyampaikan bahwa pelaksanaan program melibatkan jajaran pengurus Kadin Kota Bekasi, di antaranya Wakil Ketua I Widya dan Wakil Ketua Haji Kulit, serta mitra dari Sulawesi Tenggara yang turut mendukung operasional dapur SPPG di Kota Bekasi.
(Nikko)






