PASURUAN, BacainD.com – Untuk mengatasi ketimpangan antara dunia pendidikan dan industri di Kabupaten Pasuruan. Human Resource (HR) Club Pasuruan secara resmi menjalin sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait optimalisasi penyerapan tenaga kerja pada Sabtu (14/2/2026).
Penandatangan Kerja sama yang berlangsung di Gedung Bupati Pasuruan, bertujuan untuk memastikan para lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) tidak lagi kesulitan mencari lapangan pekerjaan. Selama ini, anggaran besar yang dialokasikan pemerintah untuk pelatihan dinilai belum berbanding lurus dengan jumlah penyerapan di perusahaan.
Ketua HR Club Pasuruan, Wahyu Budi Priyanto menyampaikan, bahwa kendala utama selama ini bukanlah pada kualitas lulusan, melainkan pada sinkronisasi data.
“Rata-rata serapan tenaga kerja hasil pelatihan selama ini hanya sekitar 10 persen. Bukan karena kompetensinya kurang, tetapi lebih karena kurangnya komunikasi antara dunia industri dan penyelenggara pelatihan,” ujarnya.
Sebagai solusi, HR Club yang menaungi 134 perusahaan akan menyodorkan hasil Training Need Analysis (TNA). Data ini akan menjadi kompas bagi dinas terkait untuk menyusun kurikulum pelatihan yang sesuai dengan permintaan pasar saat ini.
Pria yang akrab disapa Min Hoo menegaskan, bahwa dengan kurikulum yang tepat, peluang kerja bagi warga lokal akan terbuka lebar. HR Club optimis dapat memangkas angka pengangguran secara signifikan melalui skema kolaborasi ini.
“Ke depan, kami siap menyerap tenaga kerja yang dilatih sesuai kebutuhan industri. Targetnya minimal mendekati 100 persen,” tegas Min Hoo.
Ia memberikan, ilustrasi jika ada 500 peserta pelatihan, diharapkan seluruhnya atau setidaknya 450 orang dapat langsung masuk ke perusahaan-perusahaan anggota HR Club.
“Kami ingin Pasuruan sebagai daerah industri benar-benar memberi manfaat bagi warganya. Jangan sampai perusahaan banyak, tapi pengangguran juga tinggi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyambutkan, baik komitmen konkret dari sektor swasta tersebut. Menurutnya, pemerintah membutuhkan mitra strategis dari dunia usaha untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.
“Kami sangat mendukung kerja sama ini. Apalagi HR Club siap memberikan komitmen untuk menyerap tenaga kerja yang telah kami latih. Ini langkah luar biasa,” sebutnya.
Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi ini meyakini bahwa jika sistem ini berjalan sukses, Kabupaten Pasuruan akan memiliki nilai tawar yang lebih tinggi di mata investor.
“Jika kolaborasi ini berjalan baik, Pasuruan akan semakin dikenal sebagai daerah industri yang ramah tenaga kerja dan menarik bagi investor,” pungkasnya. (BM)






