PASURUAN, BacainD.com – Aksi tawuran dua kelompok pemuda diduga Gengster kembali membuat resah warga Jalan Simpang Empat Pasar Dusun Pager, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan pada Rabu (28/1/2026) dini hari.
Aksi tawuran tersebut, sempat terekam camera CCTV dan Video rekaman layar hingga viral dimedia sosial memperlihatkan dua kelompok pemuda yang diduga gangster saling tawuran.
Dalam rekaman video tersebut, suasana simpang empat Pasar Pager tampak ricuh. Teriakan sejumlah terduga gangster terdengar nyaring. Sejumlah pengendara motor memilih melaju kencang untuk menghindari lokasi.
Dalam aksi yang diduga kelompok gangster tersebut, kedua kelompok tampak membawa senjat tajam jenis clurit, parang serta senjata tajam lainnya.
Menurut pengakuan warga sekitar berinisial N mengungkapkan, bahwa aksi tawuran itu terjadi pada Selasa dini hari. Kedua kelompok itu ada yang naik motor dan ada yang jalan dengan menenteng senjata tajam.
“Awalnya saya kira kecelakaan karena ramai. Ternyata tawuran. Ada satu orang memegangi pundaknya dan bilang habis dibacok. Orangnya masih muda, kayak belasan tahun,” ucap N kepada awakmedia.
N menjelaskan, warga sekitar sempat ada yang keluar, akibat suara teriakan dari dua kelompok gangster itu. Keduanya mulai pukul 02.30 WIB dan keributan memuncak sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
“Sepengetahuan saya, suasana mencekam itu pada pukul 03.00 WIB, kedua kelompok pemud itu saling bawa parang, celurit, pisau bergerigi seperti buat memecah es batu, dan kayu,” jelasnya.
“Saya tidak tau persis kedua kelompok itu orang mana, yang pasti bukan warga sekitar TKP,” imbuhnya.
Ditempat Terpisah, Kompol Slamet Prayitno Kapolsek Pandaan membenarkan peristiwa aksi tawuran dua kelompok tersebut. Bahwa kejadian itu, berlangsung pada pukul 03.00 WIB.
“Bahwa aksi tawuran itu bukan dari Gangster, melainkan kelompok pemuda yang melibatkan puluhan pemuda. Dari saksi mata, dua kelompok itu juga ada yang membawa senjata tajam,” kata Slamet.
Bahkan lanjut Slamet, Pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP, dan tidak ditemukan warga sekitar yang ikut serta dalam tawuran tersebut. Melainkan, warga luar yang bikin onar di TKP, “Hasil dari olah TKP, dua kelompkk tawuran itu bukan warg sekitar TKP dan bukan warga Kecamatan Pandaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan bersama dengan sejumlah perangkat Desa untuk mengaktifkan kembali pos ronda ditiap Desa untuk mengantisipasi kejadian hal serupa.
“Saya sudah mengumpulkan Kepala Desa untuk pos ronda di aktifkan kembali. Kami juga akan siagakan Anggota untuk kembalu rutin cek pos ronda,” pungkasnya. (BM)






