Serang, BacainD.com – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya peran pers dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus media sosial dan maraknya disinformasi.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian Kick Off Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Alun-Alun Kota Serang, Minggu (30/11/2025).

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada Ketua PWI Pusat Ahmad Munir, perwakilan Dewan Pers, Gubernur Banten, serta seluruh insan pers yang hadir.

Ia menyebut tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” sangat relevan dengan situasi informasi global saat ini.

Kapolri mengungkapkan bahwa survei salah satu lembaga internasional pada 2025 menempatkan cuaca ekstrem sebagai ancaman terbesar, disusul oleh misinformasi dan disinformasi yang berada pada peringkat kedua atau ketiga.

Kondisi ini, katanya, semakin diperparah dengan menjamurnya penggunaan media sosial di Indonesia yang mencapai ratusan juta pengguna.

“Media sosial kini menjadi rujukan utama masyarakat. Sayangnya, banyak informasi yang tidak berimbang beredar luas, dan ini menjadi tantangan serius bagi kita semua,” ujarnya.

Kapolri menyoroti fenomena citizen journalism, di mana masyarakat tidak hanya mengonsumsi informasi, tetapi juga membuat dan menyebarkannya. Jika informasi yang beredar tidak akurat, dampaknya dapat langsung dirasakan hingga berujung pada gangguan keamanan.

Ia mencontohkan beberapa peristiwa beberapa waktu lalu yang memicu keresahan publik akibat informasi yang berkembang di media sosial tanpa verifikasi yang memadai.

“Ketika masyarakat sulit membedakan informasi benar dan salah, situasi bisa berkembang ke arah yang tidak baik,” tegasnya.

Sigit menekankan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai sumber informasi terpercaya, sekaligus pilar penting dalam menjaga keterbukaan informasi publik. Ia berharap insan pers mampu menjadi rujukan masyarakat dalam memilah informasi yang sahih dan berkualitas.

Selain itu, Kapolri juga meminta media turut mendukung penyebaran informasi terkait program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat.

Di sisi lain, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk memberikan perlindungan dan pengamanan bagi jurnalis, terutama saat meliput di situasi rawan.

“Pemberitaan tentang kegiatan kepolisian mencapai lebih dari 60 persen di berbagai TV news. Karena itu, pers sekaligus menjadi kontrol bagi kami agar terus meningkatkan kinerja. Di lapangan, kami berkomitmen menjaga keselamatan rekan-rekan jurnalis saat melaksanakan tugas,” jelasnya.

Ia menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh pemangku kepentingan, termasuk pers dan Polri, terus memperkuat sinergi demi menciptakan ruang informasi yang sehat dan menjaga stabilitas keamanan nasional.

(Nikko)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: