PASURUAN, BacainD.com – Kabar baik bagi warga Pasuruan, harga komoditas cabai di Pasar Bangil dilaporkan mulai mengalami penurunan setelah sempat melonjak di masa Lebaran. Satgas Pangan Polres Pasuruan yang melakukan peninjauan langsung di lapangan memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat saat ini berada dalam posisi aman.

Berdasarkan pengecekan mendalam terhadap para pedagang, penurunan harga paling signifikan terlihat pada jenis cabai rawit merah yang kini dibanderol Rp58.000 per kilogram, turun dari harga sebelumnya yakni Rp68.000. Langkah serupa diikuti cabai rawit hijau yang merosot ke angka Rp32.500 per kilogram dari semula Rp40.000.

Namun, tren berbeda terjadi pada cabai merah besar yang justru mengalami kenaikan tipis menjadi Rp30.000 per kilogram.
Kondisi Harga Komoditas Lainnya.

Selain cabai, beberapa bahan pangan lainnya menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi, Bawang Merah: Stabil di harga Rp34.500 per kilogram, Kacang Hijau: Naik tipis dari Rp23.000 menjadi Rp24.000 per kilogram.

Kanit II Pidek Satreskrim Polres Pasuruan, IPDA Eko Hadi Saputro, menjelaskan bahwa membaiknya harga ini merupakan dampak langsung dari lancarnya distribusi dari wilayah penghasil.

“Pasca-Lebaran pasokan cabai mulai stabil sehingga harga berangsur turun, terutama cabai rawit merah dan hijau. Untuk komoditas lain masih relatif aman dan terkendali,” jelas Eko, Selasa (31/03/2026).

Meski stok secara umum mencukupi, Satgas Pangan tetap mewaspadai adanya fluktuasi harga pada barang-barang tertentu. Pihak kepolisian juga memberikan peringatan keras kepada para distributor dan pedagang agar tidak mencoba melakukan praktik penimbunan barang yang dapat merugikan konsumen.

Eko menegaskan, bahwa pemantauan akan terus dilakukan secara konsisten guna menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Kita Pantau terus, agar harga pangan dan stok stabil, hingga tidak membebani masyarakat,” tegasnya.

Langkah preventif ini diharapkan dapat mengantisipasi segala bentuk kendala distribusi, baik yang disebabkan oleh faktor cuaca maupun dinamika pasar dari daerah sentra produksi. (BM)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: