KARAWANG, BacainD.com – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, kembali melakukan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, pada awal tahun 2026.
Sebanyak 63 pejabat administrator, pengawas, serta pejabat dengan penugasan tambahan resmi dilantik dalam upacara pengambilan sumpah di Aula Husni Hamid, Senin (5/1/2026).
Pelantikan tersebut meliputi 26 pejabat administrator, 35 pejabat pengawas, satu kepala puskesmas, dan satu koordinator wilayah.
Dalam sambutannya, Aep menegaskan bahwa rotasi dan mutasi bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan instrumen strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat kinerja birokrasi.
“Rotasi dan mutasi ini merupakan bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, dan peningkatan pelayanan publik,” ujar Aep.
Ia menekankan seluruh pejabat yang dilantik harus mampu merespons tuntutan masyarakat Karawang yang semakin dinamis dan kompleks.
Pelantikan dilakukan secara bertahap sesuai dengan keluarnya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karawang telah melantik 216 pejabat pada 31 Desember 2025.
Kebijakan rotasi dan mutasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, sekaligus hasil evaluasi terhadap perangkat daerah.
Selain itu, Pemkab Karawang juga melakukan perampingan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2025.
Menurut Aep, langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi birokrasi dan dukungan terhadap program strategis nasional.
“Perampingan SOTK harus dilakukan agar pemerintahan berjalan lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian daerah,” katanya.
Aep berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong percepatan pembangunan di Karawang.
“Ini momentum agar Karawang bisa bergerak lebih cepat menuju kemajuan. Tentunya dibutuhkan kerja sama semua unsur,” tutup Aep. (Khf)






