BEKASI, BacainD.com – Viral sebuah video yang memperlihatkan Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, Ali Imam Faryadi, tertidur pulas saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Bekasi pada Rabu, 26 November 2025.

Momen tersebut terjadi saat pembahasan penyertaan modal daerah bersama Panitia Khusus (Pansus) VIII dan memicu gelombang kritik serta kekecewaan publik.

Wakil Ketua LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago, menilai viralnya video tersebut wajar menimbulkan beragam respons masyarakat. Ia menyebut, meskipun disesalkan, kondisi itu terjadi di luar kesadaran sang Dirut.

“Meski menyesalkan hal tersebut, tapi urusan tertidur pulas di tengah rapat itu kan di luar sadar Ali Imam Faryadi selaku Dirut Perumda Tirta Patriot,” ujar Delvin, Kamis (27/11/2025).

Delvin menambahkan, komentar publik pun beragam, termasuk anggapan bahwa kejadian itu terjadi saat jeda istirahat rapat. Menurutnya, dinamika kritik positif dan negatif adalah konsekuensi dari viralnya potongan video tersebut.

Di balik polemik yang berkembang, Delvin menilai Perumda Tirta Patriot justru menunjukkan perbaikan signifikan di bawah kepemimpinan Aweng, sapaan akrab Ali Imam Faryadi. Ia menyebut peningkatan jumlah pelanggan air bersih sebagai salah satu indikator membaiknya kepercayaan masyarakat.

“Salah satunya yang bisa kita lihat adalah bertambahnya jumlah pelanggan air bersih yang menjadi kepercayaan masyarakat Kota Bekasi untuk menggunakan layanan Perumda Tirta Patriot,” tuturnya.

Delvin meyakini pelayanan air bersih di Kota Bekasi akan terus meningkat selama Perumda Tirta Patriot dipimpin oleh Aweng. Ia berharap publik tidak hanya fokus pada video yang beredar, melainkan melihat kinerja secara keseluruhan.

“Kembali soal viral Dirut Perumda Tirta Patriot tertidur pulas saat RDP dengan DPRD Kota Bekasi, tentu itu di luar sadarnya. Ambil hikmah positifnya ketimbang terus mencaci akibat lelahnya dalam bekerja,” ujarnya.

Terkait RDP bersama Pansus VIII, Delvin menjelaskan bahwa rapat tersebut mengundang seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bekasi untuk membahas penyertaan modal pemerintah daerah. Ia menyarankan ke depan agar pembahasan dilakukan secara terpisah agar lebih efektif.

“Mungkin ke depan Pansus VIII DPRD Kota Bekasi bisa mengundang satu per satu BUMD untuk RDP, tidak semuanya sekaligus yang memakan waktu cukup lama. Pastinya banyak tanya jawab dari masing-masing BUMD,” pungkasnya.(Ben)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: