KARAWANG, BacainD.com – Holding industri pertambangan Indonesia, MIND ID, melalui perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), membangun fasilitas produksi Battery Cells, Module & Pack di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
CATIB merupakan perusahaan patungan antara MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend (CBL).
Konsorsium CBL sendiri merupakan joint venture antara Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), Brunp, dan Lygend.
Fasilitas produksi yang tengah dibangun tersebut direncanakan memiliki kapasitas awal sebesar 6,9 GWh pada fase pertama.
Selanjutnya, kapasitas produksi akan diekspansi hingga mencapai total 15 GWh pada fase kedua.
Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, mengatakan negara hadir untuk mendorong pembentukan industri strategis berbasis teknologi yang mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Dwi, melalui inisiatif strategis ini Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional, tetapi juga membangun penguasaan teknologi, meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia, serta mendorong integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik.
“Dengan demikian, penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dapat terwujud,” ujar Dwi dalam acara Ceremony First Incoming Equipment to Cell, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).
Proyek yang dibangun di kawasan AIH dengan total luas mencapai 43 hektare tersebut terdiri atas dua fasilitas utama.
Pertama, fasilitas Module & Pack (MP) Plant, yang groundbreaking ceremony-nya dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025. Pembangunan fasilitas ini telah rampung, termasuk instalasi Battery Manufacture Equipment pada Januari 2026.
Dwi menjelaskan, MP Plant merupakan fasilitas inti yang berisi rangkaian mesin dalam sistem otomatis untuk merakit baterai menjadi produk siap pakai bagi industri kendaraan listrik.
Fasilitas kedua adalah Cell Plant yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Pabrik ini akan memproduksi unit dasar sel baterai yang selanjutnya dirakit menjadi modul dan paket baterai untuk kendaraan listrik (EV) serta aplikasi energi lainnya.
Dwi menambahkan, fasilitas produksi Battery Cells, Module & Pack di Karawang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026.
Menurutnya, keberadaan pabrik tersebut menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam mineral sekaligus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk kendaraan listrik nasional.
Kolaborasi MIND ID dan CATL
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan CATL terkait kerja sama penelitian dan pengembangan produk di bidang baterai, energi terbarukan, dan mobilitas listrik.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai dan energi terbarukan, khususnya dalam mempersiapkan peluncuran komersial seluruh rantai nilai baterai hulu hingga hilir yang terintegrasi di Indonesia pada 2028.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyampaikan bahwa kolaborasi strategis yang telah terjalin menjadi jembatan bagi MIND ID dalam menjalankan perannya sebagai penggerak hilirisasi nasional.
Menurut Maroef, Grup MIND ID terus mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam mineral dan batu bara yang dimiliki Indonesia untuk menjadi motor pembangunan peradaban masa depan.
“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi, guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Direktur Utama PT IBI, Aditya Farhan Arif, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengawal pengembangan industri baterai nasional secara konsisten, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi.
Ia menilai, kemajuan signifikan proyek CATIB saat ini mencerminkan kesiapan infrastruktur, teknologi, serta kolaborasi strategis yang dibangun untuk mendukung terbentuknya industri baterai nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Penandatanganan MoU ini merupakan cerminan komitmen agar keberadaan industri baterai nasional dapat berkontribusi pada peningkatan kepakaran Indonesia di bidang material maju untuk energi, khususnya teknologi baterai,” kata Aditya. (Khf/*)






