TEKNO, BacainD.com – Asus memastikan tidak akan memperluas lini produk ponsel pintar dalam waktu dekat.

Perusahaan teknologi asal Taiwan itu memilih mengalihkan strategi bisnisnya ke pengembangan perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robotika.

Dikutip dari Gizmochina, Senin (19/1/2026), keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Chairman Asus, Jonney Shih, dalam pertemuan karyawan akhir tahun yang digelar di Taipei Nangang Exhibition Centre.

Dalam kesempatan tersebut, Jonney menegaskan Asus tidak akan menambah model ponsel baru maupun memperkenalkan kategori tambahan dalam portofolio smartphone perusahaan.

Kebijakan ini sekaligus menegaskan arah baru Asus di tengah ketatnya persaingan pasar ponsel pintar global.

Pernyataan itu memperjelas spekulasi yang muncul sekitar dua pekan terakhir terkait absennya peluncuran ponsel baru Asus tahun ini.

Langkah tersebut dinilai bukan sekadar penundaan jangka pendek, melainkan bagian dari keputusan strategis untuk menghentikan ekspansi agresif di segmen smartphone.

Meski demikian, Jonney menegaskan Asus tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada pengguna ponsel Asus yang sudah ada.

Layanan purnajual serta seluruh kewajiban perusahaan kepada pelanggan akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Namun ke depan, bisnis ponsel pintar tidak lagi menjadi fokus utama pertumbuhan.

Asus tidak menargetkan peningkatan volume penjualan maupun ekspansi ke segmen baru, mengingat tekanan margin dan kompetisi yang semakin ketat di pasar smartphone.

Sebagai gantinya, Asus mengalihkan prioritas bisnis ke pengembangan perangkat keras berbasis AI.

Perusahaan berencana meningkatkan investasi pada berbagai sistem cerdas, termasuk robotika, mesin berbasis AI, serta edge computing yang mampu beroperasi dengan intervensi manusia minimal.

Asus menilai peluang pertumbuhan jangka panjang akan datang dari pengembangan produk yang mereka sebut sebagai “physical AI”, bukan dari pasar ponsel konsumen.

Fokus tersebut mencakup server AI, sistem kelas enterprise, serta platform terintegrasi yang menggabungkan perangkat keras dengan perangkat lunak AI canggih.

Dengan strategi baru ini, lini smartphone Asus tetap dipertahankan, namun ponsel pintar tidak lagi menjadi motor utama bisnis perusahaan, seiring langkah Asus menata ulang arah bisnis menuju ekosistem teknologi berbasis AI. (Er)

Ikuti Channel WhatsApp Bacaind
Bagikan: